Daftar Pertanyaan untuk membuat Model AI Readiness
Untuk membuat Model AI Readiness dari 2 model awal yaitu:
1. Technology–Organization–Environment (TOE) framework dan
2. Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT)
Apa saja daftar pertanyaan/kuesioner yang ditanyakan kepada responden?
Sumber-sumber tersebut menjelaskan kuesioner komprehensif yang dirancang untuk menilai kesiapan organisasi terhadap Kecerdasan Buatan (AI) dengan mengintegrasikan kerangka kerja Teknologi–Organisasi–Lingkungan (TOE) dan Teori Penerimaan dan Penggunaan Teknologi Terpadu (UTAUT). Survei tersebut didistribusikan kepada para manajer kota yang mengevaluasi berbagai kriteria menggunakan perbandingan berpasangan pada skala satu hingga sembilan untuk menentukan kepentingan relatifnya. Pernyataan panduan spesifik (pertanyaan) yang diajukan kepada responden dikategorikan ke dalam empat dimensi utama:1. Kategori Teknologi Kategori ini berfokus pada aspek teknis dan keuntungan yang dirasakan dari AI di dalam organisasi. • Manfaat langsung yang dirasakan dari AI: Apakah penggunaan AI bermanfaat, memungkinkan analisis yang lebih cepat, meningkatkan efisiensi, meningkatkan akurasi dan keamanan data, dan mengurangi kesalahan administratif. • Ekspektasi upaya: Apakah mudah bagi karyawan untuk memperoleh keterampilan, mempelajari sistem, dan memahami atau menjelaskan mengapa AI bermanfaat. • Data: Akses ke volume data yang besar, integrasi sumber internal, keterkaitan dengan data eksternal, kapasitas untuk berbagi data lintas batas, dan kemampuan untuk mempersiapkan data untuk AI. • Infrastruktur teknologi: Ketersediaan daya pemrosesan (CPU/GPU), penggunaan komputasi paralel, investasi dalam layanan cloud canggih, dan skalabilitas infrastruktur jaringan. 2. Kategori Organisasi Pertanyaan-pertanyaan ini mengevaluasi faktor struktural internal dan modal manusia. • Kepemimpinan: Apakah para pemimpin memahami tantangan bisnis, tahu cara berkolaborasi dengan para profesional dan warga negara, mempertahankan sikap positif terhadap AI, dan memiliki kepemimpinan TI yang kuat. • Keterampilan dan kemampuan: Akses ke pakar internal/eksternal, efektivitas para profesional data dalam analisis dan keamanan, dan penyediaan pelatihan dan pengalaman kerja yang relevan. • Inovasi dan kesiapan untuk perubahan: Kemampuan organisasi untuk mengadopsi inovasi berbasis penelitian, merencanakan resistensi, mengikuti peraturan, mengelola perubahan, mengkomunikasikan alasan perubahan, dan menyesuaikan kebijakan SDM. • Biaya dan sumber daya: Penilaian biaya tinggi, kecukupan pendanaan, dan apakah proyek memiliki cukup anggota tim dan waktu untuk penyelesaian. • Kondisi pendukung: Ketersediaan sumber daya yang diperlukan, kompatibilitas dengan sistem informasi yang ada, dan keberadaan kelompok pendukung khusus. 3. Kategori Lingkungan Dimensi ini menilai tekanan eksternal dan iklim regulasi. • Pengaruh sosial: Apakah orang-orang berpengaruh, pemangku kepentingan internal, atau pemangku kepentingan eksternal berpikir bahwa pemerintah kota harus menggunakan AI. • Negara dan warga negara: Keberadaan langkah-langkah wajib negara, peraturan layanan daring, permintaan warga negara terhadap layanan digital, insentif pemerintah nasional, dan kebijakan AI resmi atau klarifikasi hukum. 4. Kategori Kesiapan Individu Berasal dari model UTAUT, pertanyaan-pertanyaan ini berfokus pada niat perilaku dan otonomi pengguna. • Niat perilaku untuk menggunakan AI: Apakah pemerintah kota bermaksud, mengharapkan, atau berencana untuk menggunakan AI di masa depan. • Kesukarelaan penggunaan: Apakah organisasi secara hukum wajib menggunakan AI, apakah aktivitas benar-benar membutuhkannya, apakah atasan mengharapkan penggunaannya, dan apakah karyawan menggunakannya secara sukarela.
Skala Penilaian: Untuk evaluasi akhir status organisasi, atribut tingkat terendah dijawab pada skala tiga poin: "Ya" (1), "Sebagian" (0,5), atau "Tidak" (0). Hal ini memungkinkan model untuk menghitung skor kesiapan yang dinyatakan sebagai persentase, mulai dari "Tingkat Awal" (0–20%) hingga "Tingkat Optimal" (80,1–100%).