Tempat Tinggal Abadi

Tempat tinggal merupakan kebutuhan dasar manusia, seperti yang sering kita dengar istilah sandang, pangan, dan papan. Papan atau tempat tinggal ini berada pada urutan ketiga setelah kebutuhan pakaian dan makanan terpenuhi dengan baik. Apalagi bagi pasangan muda yang baru membangun rumah tangga, kebutuhan papan menjadi hal yang perlu dipikirkan. Akan mengontrak rumah, tinggal bersama orang tua, atau membeli rumah dengan cara menyicil. Tempat tinggal menjadi hal yang terpenting dalam hidup karena kita memulai dan menutup aktivitas sehari-hari disana. 


Kadang masyarakat memandang keadaan sosial seseorang dari bagaimana keadaan rumahnya. Apakah berada di kawasan gang yang kumuh atau berada di kawasan real estate dengan penjagaan satpam 24 jam. Kepala rumah tangga memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan papan ini, ia rela lembur dan mengambil banyak pekerjaan untuk bisa mencapai impian memiliki rumah sendiri. Bahkan banyak keluarga yang rela gaji bulanannya dipotong untuk membayar cicilan rumahnya. 

Tapi kadang kita luput apakah kita sudah mencicil dan memesan rumah abadi kita kelak di akhirat nanti. Padahal kampung akhirat tidak mengenal batas, ia adalah kehidupan kekal tanpa akhir. Akan tinggal dimana kita kelak adalah pilihan yang kita tentukan dari sekarang. Dunia merupakan ladang menanam dan akhirat nanti ladang menuai hasil. Pilihan tempat tinggal abadi di akhirat hanya ada dua yakni surga atau neraka. Seberapa banyak bekal yang kita siapkan agar bisa membangun istana di surga. Atau kita mengumpulkan tumpukan dosa sebagai bahan baku yang akan membakar kita di neraka, _naudzubillahimindzalik._

Tempat tinggal abadi mungkin sering terlupakan oleh manusia modern saat ini karena saking asyiknya dengan urusan duniawi. Pemenuhan nafsu dan gengsi membuat kita terlena mengejar keindahan fana yang hanya sementara ini. Memperbagus rumah dan pakaian, menambah aset tanah dan bangunan disana-sini. Tapi apakah pernah kita berpikir melakukan investasi untuk kehidupan abadi nanti, menyiapkan tempat tinggal abadi yang nyaman, penuh kenikmatan dan tiada tandingan keindahannya di surga nanti. 



Mari kita mulai menanam benih-benih kebaikan yang bisa kita panen di yaumil hisab nanti. Kita buang segala sampah dan beban yang bisa menenggelamkan dan menjerumuskan kita ke neraka, dengan cara memohon ampun kepada Allah SWT. Semoga tempat tinggal abadi kita nanti adalah sebaik-baik tempat kembali.
Reaksi:
Berikan Reaksimu Tentang Artikel di Atas Dengan Men-Checklist Reaksi Ini

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »