Kembalilah

Kembalilaih!

kehendak bersembahyang
teriring takbirmu menguak pintu langit
partikel udara seraya ruang hampa bergeming bergetar
membersamai kalimah allahu akbar

qirooah al-fatihah dan surah
membuat kegelapan membuka mata
tiap doa dan pernyataan pasrah ikhlas
membentangkan nuur "cahaya"

tegak tubuh alif-mu menghujam ke bumi.
Ruku'  lam badanmu memandangi asal-usul dirimu
mim sujudmu menangis
di dalam cinta Allah hati bergerimis.

sujud adalah satu-satunya hakikat hidup
perjalanan hidup hanya tua dan redup lalu tiada
ilmu dan peradaban tak akan pernah sampai.

sinar wajahmu adalah pancaran yang tak terumuskan oleh ilmu fisika itulah sembahyang
hatimu sabar mulia, kaki kuat sekuat batu karang
dadamu mencakrawala seluas 'arsy
sembilan puluh sembilan..

dari asma sembilan puluh sembilan kenapa dipilih pengasih dan penyayang

untuk diucapkan dan dijadikan pijakan
bagi setiap langkah perbuatan
pernahkah kau renungkan?


a zia khakim

Tidak ada komentar untuk "Kembalilah"