Ringkasan Ceramah KH. Hasan Abdullah Sahal


Disampaikan dalam acara Peresmian Rumah IKPM Cairo - Cairo, 28 Februari 2018



Jangan yang kami hormati, tapi yang terhormat. Jadilah orang yang terhormat, jangan hanya sekedar dihormati. Orang dihormati belum tentu terhormat, koruptor juga banyak yg dihormati tapi kelakuannya tidak terhormat.

Saya gak punya HP, gak punya FB, WA, dll. Karena saya mau jadi kiai santri, bukan kiai WA, FB dll. Dari santri untuk santri, saya ingin mengabdikan diri saya untuk santri.

Karena kiai santri hanya dikontrol oleh Allah SWT. Bukan politik, bukan pedagang bukan apapun.

Semuanya pinjaman, hartamu pinjaman, nyawamu juga pinjaman. Kedudukanmu juga pinjaman. Maka jangan petantang petenteng. Jangan sombong. Dan pinjaman itu harus dikembalikan.

Supaya ada terus jiwa pondok kita, jaga dan dakwahkan kepada yang lain. Pondok sampai sekarang berdiri karena terus hidup dengan jiwa2 pondok.

Balil insanu ala nafsihi bashiroh, walau alqo ma'adziroh..

jangan banyak alasan. Jika banyak kekurangan ya diterima, diperbaiki. Jangan alasan.

Sekarang ini jaman serba darurat. Darurat korupsi, darurat kejahatan, darurat egoisme, darurat materialisme, darurat malu. Orang gak pake baju gak malu, malah yang melihat yang disalahkan, diolok-olok. Sebab musabab tidak berlaku lagi.

Jangan punya sifat sayyidina wa maulana al imam aljaiby, al imam al amplopy. Semuanya uang. Dapat proyek jembatan dibuat agar cepat ambruk, biar bisa diperbaiki, dapat proyek lagi. Itu namanya pemuja sayidina wa maulana al imam aljaiby.

Masuk Gontor harus berputus asa, berputus asa untuk mempengaruhi Gontor. Gontor tidak bisa dibeli. Keterbukaan yes, intervensi no.

Penyakit orang menuntut ilmu itu adalah takabbur. Saya kan bisa.., saya kan pinter.. naudzubillah obatnya adalah tawadhu.. Derajat tertinggi seorang ulama itu adalah ketika dia mengetahui dirinya tidak tahu dan berani mengatakan tidak tau.

Sekretariat gunakan sewajarnya, untuk kegiatan2. Tetap bergaul dengan orang banyak, orang mesir, orang sudan, orang aljazair dll. Jangan sampai ada sekretariat malah bahasa jawa kalian lebih fasih daripada bahasa arab. Banyak anak dari tokoh2 dari negara2 lain yang menuntut ilmu di alazhar, cari dan bergaulah.

Kamu harus punya keunggulan, bukan hanya satu, cari dan pelajari. Jangan sampai jika kamu disingkirkan di satu keunggulanmu, kemudian tidak ada keunggulan lain lagi. Harus belajar apapun yg baik. Tapi ingat, bukan untuk diunggul2kan.






Ulama dan tokoh2 kita banyak yg mengidap penyakit _la yadri annahu la yadri_. Naudzubillahinmin dzalik.
Reaksi:
Berikan Reaksimu Tentang Artikel di Atas Dengan Men-Checklist Reaksi Ini

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »