BEASISWA S2 BAGI GURU DAN CALON KEPALA MADRASAH TAHUN 2019
S2 BEASISWA BAGI GURU DAN CALON KEPALA MADRASAH TAHUN 2019
Kerjasama Kementerian Agama dengan Universitas Negeri Malang
Program Studi:
- Magister Pendidikan Matematika- Pendidikan Bahasa Inggris
Sasaran Program
1. Guru PNS Kementerian Agama yang mengajar pada Madrasah2. Guru Tetap Yayasan yang mengajar pada Madrasah Swasta
3. Guru Non PNS yang mengajar pada Madrasah Negeri
4. Calon Pengawas Madrasah pada semua jenjang
Persyaratan
1. Guru PNS, Guru Non PNS, Guru Tetap Yayasan.
Non PNS minimal telah mengabdi pada madrasah selama 2 tahun.
Guru Tetap yang di SK-kan oleh Ketua Yayasan tempat bertugas, dengan syarat yang
bersangkutan setelah studi bersedia bertugas kembali (sekurang-kurangnya 5 tahun)
pada lembaganya dengan dibuktikan surat pernyataan bermaterai.
2. Calon Pengawas Madrasah semua jenjang binaan kementerian Agama, minimal
mengabdi sebagai guru selama 8 tahun, untuk unsur kepala madrasah minimal sudah
menjabat selama 4 tahun.
3. Berpendidikan S1 dari perguruan tinggi terakreditasi.
4. Mengampu matapelajaran: Matematika (untuk calon mahasiswa Prodi S2 Pendidikan
Matematika) dan Pendidikan Bahasa Inggris (untuk calon mahasiswa Prodi S2
Pendidikan Bahasa Inggris)
5. Memiliki IPK minimal 2,75 pada jenjang S1
6. Memiliki kemampuan Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya yang dibuktikan dengan sertifikat
7. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan Madrasah (NUPTK) atau Nomor Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NPK), diutamakan yang sudah sertifikasi
8. Usia maksimal 43 tahun, terhitung per tanggal 31 Desember 2019.
=======================================================================
Pendaftaran 13 Juni - 26 Juli 2019
Pendaftaran secara online melalui link: https://seleksi.um.ac.id/pasca/index.php?act=login
http://bit.ly/JuknisBeasiswaS2 (Link Juknis)
Seleksi Administrasi 29 - 30 Juli 2019
Pengumuman Seleksi Administrasi 5 - 6 Agustus 2019
Pengumuman 23 Agustus 2019

Posting Komentar untuk "BEASISWA S2 BAGI GURU DAN CALON KEPALA MADRASAH TAHUN 2019"