Sejarah dan Polemik RIBA di Indonesia

Bank dengan praktek ribawi pertama di nusantara adalah De javasche Bank yg ada sejak tahun 1828.
Bank dengan praktek ribawi pertama di Indonesia (setelah merdeka) adalah Bank Surakarta Maskapai Adil Makmur (MAI) pada tahun 1945.

Koperasi dg praktek riba pertama di nusantara aja sejak tahun 1895.
Lembaga asuransi ribawi pertama di negri kita ada sejak 1845, dengan nama NILMIY, yg sekarang menjadi PT. Asuransi Jiwasraya.

Pegadaian, ada sejak 1746.

Kemudian, MUI baru mengeluarkan fatwa semua itu haram pada tahun 2004. Padahal MUI ada sejak 1975.

Padahal, persoalan riba dalam bank sudah mulai diperdebatkan sejak abad ke-19. Tapi MUI baru mengeluarkan fatwa haram pada abad ke-21.

Pertanyaan,

Bagaimana status pelaku riba yg sudah meninggal dan belum sempat bertaubat saat MUI belum mengeluarkan fatwa haram?

Saat ini, masih terjadi banyak perdebatan soal riba. Fatwa MUI masih terus diperbaharui. (5 fatwa baru soal bank syariah baru terbit pd tahun 2017).

Pertanyaan:

Masih mau berkutat pd hal tersebut atau memilih untuk berhati-hati dan menghindari hal itu saja?

Sampai saat ini, masih ada banyak perdebatan soal riba. MUI masih terus mengeluarkan fatwa baru. (th 2017 MUI mengeluarkan 5 fatwa baru soal bank syariah).

So?

”Bahwasanya seorang hamba, tidaklah akan bisa mencapai derajat ketaqwaan sehingga ia meninggalkan apa yang tidak dilarang, supaya tidak terjerumus pada hal-hal yang dilarang” (Hadist ini Hasan, diriwayatkan oleh Tirmidzi no:2451 , Ibnu Majah no: 4215, Baihaqi: 2/ 335)

Diriwayatkan pula bahwa pada suatu ketika Umar bin Khattab bertanya kepada Ubai bin Ka’ab tentang Taqwa. Ubai balik bertanya: ”Apakah kamu pernah melewati jalan yang banyak durinya?”
”Pernah” Jawab Umar.

Ubai bertanya kembali, ”Bagaimana ketika anda melewatinya?”

Umar menjawab, ”Saya bersungguh-sungguh serta berhati-hati sekali supaya tidak kena duri”.

Ubai akhirnya mengatakan, ”Itulah arti Taqwa yang sebenar-benarnya.”


Semoga puasa ramadhan kali ini benar2 dapat meningkatkan ketaqwaan kita. Aamiin...



Reaksi:
Berikan Reaksimu Tentang Artikel di Atas Dengan Men-Checklist Reaksi Ini

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »