Antara Kematian, Sujud Syukur Dan Agenda Besar bangsa

Antara Kematian, Sujud Syukur Dan Agenda Besar bangsa

Dini Hari saya melakukan perjalanan Ke Cepu jawa tengah dalam rangka menghadapi semarak milad Ponpes At Tajdid Cepu yang di Hadiri oleh panglima Besar kokam bang Dahnil Anzar Simanjutak. M.SE. berawal niat utama yakni menghadiri Pengajian Akbarpun, bergeser menuju Kediaman (pakde saya bernama Sulhan. Yang berkediaman di Blora. panolan (Desa yang akrab Dengan sosok Aria Jipang Panolan) Sosok Pahlawan Zaman old. 



Ketika perjalanan ibuku telpon mas Zia langsung menuju pakde njih! Pakde Sulhan Kapundut! Innalillah wainnailahi rojiun, Hatiku mataku seketika berkaca-kaca berkecamuk, Selanjutnya setelah membersamai prosesi pemakaman. Akupun segera bergergas menuju Ponpes At Tajdid. Wal Hamdulillah masih dapet meskipun di akhir akhir yang jelas silaturahim Dan Sesi Dekumentasi hadeeeh. Meskipun demikian aku bersyukur sudah bisa menyapa berbagai Santri Dan wali Santri, ustadz Dan ustadzah. Dan ortom-ortom. Alhamdulillah bisa say Halo Dan Mendengar anak-Anak Memangil-manggil ustadz Zia UstadZ Zia, sambil ku melambaikan tangan Dan meyapa-nyapa hei Haloo... Kaefa Hall...??? gmn kabarnya kalian?! Khoiiir ustaaadz... Alhamdulillah., Summa Alhamdulillan. Hatiku, rasanya Hari ini berkecamuk di antara Menghadapi Kematian. Sujud Syukur, Dan Gagasan-gagasan Besar kebangsaan. Maafken diriku yang Tak bisa hadir dalam momentum Wisuda kampus, aku tahu beberapa demisionir Hari ini Wisuda. 

Aku hanya bisa berdoa dalam sunyi sepi semoga Ilmunya berkah Dan bermanfaaat, sekaligus bisa membawa maslahah kepada seluas-luasnya umat, (Selamat datang di Universitas kehidupan) Wallahualam. 

Oleh Ahmad Zia Khakim, 28 /04/2018
Reaksi:
Berikan Reaksimu Tentang Artikel di Atas Dengan Men-Checklist Reaksi Ini

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »