COMMITTED VS STUBBORN

COMMITTED VS STUBBORN

Sebuah Renungan



Oleh: Dania Syafaat, S.H. (Alumni PIR 34)

Dimasa kini, kita dituntuk untuk banyak melakukan interaksi sosial baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Dari berbagai macam orang yang kita jumpai masing-masing orang memiliki karakter yang melekat pada dirinya dan terkatualisasi pada saat berinteraksi. Diantara berbagai macam karakter tersebut sering kali kita jumpai orang yang memiliki karakter kuat dalam berprinsip. Karakter ini sebenarnya bagus jika diterapkan saat melakukan interaksi kepada orang lain. namun seringkali kita tidak bisa membedakan antara karkater kuat dalam berprinsip dengan karakter orang yang keras kepala. Stephen Agustinus seorang Potensial Explorer dan Motivator, menjelaskan ada 5 perbedaan yang mencolok antara keduanya [1]:

Perbedaan Pertama. Orang dengan berprinsip kuat selalu membangun hidupnya di atas dasar prinsip kebenaran yang bersifat mutlak. Dan sangat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur seperti kejujuran, kebenaran, kesucian, dsb. Ia pun tak pernah merasa malu untuk menunjukkan prinsip itu kepada orang-orang di sekitar. Bahkan kepada orang yang menentang prinsip kebenaran itu.

Sedangkan orang keras kepala selalu didasari dari pertimbangan dan pemikiran yang dianggap benar menurutnya, meskipun itu bertentangan dengan prinsip nilai kebenaran. Seperti contoh, kamu akan menganggap ‘free sex’ itu biasa dan sewajarnya dilakukan anak muda sebagai bentuk saling menyukai. Tapi jika bertanya, “apakah free sex itu boleh ??” jawabannya sudah pasti sangat tidak boleh.

Perbedaan Kedua. Berprinsip kuat akan menjadikan ia sebagai pribadi yang memiliki hati yang lemah lembut, mudah diajar dan mudah berubah. Dia juga terbuka dengan setiap koreksi yang diberikan orang-orang yang ada di sekitarnya. Ia pun tidak pernah merasa tinggi hati tapi tetap mau belajar dari siapapun, meski tahu bahwa dia memiliki kemampuan yang lebih dari yang lain.

Sedangkan sifat keras kepala akan menjadikan kita sebagai pribadi yang memiliki hati yang keras dan tidak mudah menerima setiap koreksi. Karena kita merasa apa yang kita lakukan itu benar bagi diri kita. Padahal mungkin orang yang sedang memberi nasehat pada kita sudah mengetahui bahwa apa yang kita lakukan itu salah dan pada akhirnya merugikan diri kita sendiri.

Perbedaan Ketiga. Berprinsip kuat akan membuat diri tidak sombong karena cita-cita ataupun tujuan hidup yang kita miliki. Melainkan dengan rendah hati melihat posisi atau keberadaan orang lain sebagai hal yang baik dan tidak menganggap sesuatu yang lebih rendah di bawah. Namun, cenderung untuk membandingkan apa yang sudah kita lakukan dengan tujuan hidup yang telah Tuhan tetapkan. Sehingga akan terus menciptakan pengaruh positif.

Sedangkan sifat keras kepala akan selalu membuat terus membandingkan diri dengan orang-orang lain yang ada di bawah. Memiliki kecenderung mudah berpuas diri dan suka merendahkan serta menghakimi orang lain. Juga memiliki emosi yang tidak stabil.

Perbedaan Keempat. Berprinsip kuat kan menjadikan kita pribadi yang menginspirasi dan membangun banyak orang. Akan ada banyak kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan. Karena integritas yang sudah terbangun kuat di dalam diri.

Sedangkan sifat keras kepala menjadikan kita sebagai seseorang yang susah dipercayai oleh orang lain. Sehingga sering berusaha untuk mencari perkenanan, pengakuan, dan penerimaan dari orang banyak. Namun sayangnya sebuat kepercayaan itu tidak bisa dibangun dengan waktu yang singkat. Dibutuhkan waktu yang tidak bisa ditentukan dan juga pengorbanan untuk membangun kepercayaan dan integritas dalam diri kita.

Perbedaan Kelima. Berprinsip kuat menjadikan kita pribadi yang mau dan senang untuk dipimpin oleh orang lain. Karena untuk menjadi seorang pemimpin yang baik maka orang tersebut harus pula menjadi bawahan yang baik pula, yang mampu diarahkan.

Sedangkan sifat keras kepala akan menjadikan kita pribadi yang individual dan merasa tidak memerlukan orang lain. Sehingga selalu memiliki masalah dengan pemimpin yang ada di atas karena pada dasarnya tidak mau dipimpin dan merasa diri sudah benar.

Jika ternyata kita masih memiliki beberapa ciri dari orang keras kepala maka solusinya yakni membuka diri dan siap untuk di koreksi oleh pemimpin dan juga orang-orang di sekitar kita. Karena dengan kita memiliki hari yang lemah lembut, mudah diajar dan mau berubah, maka integritas dalam hidup akan mulai terbangun. Dan banyak orang akan mempercayai dan mengenal kita sebagai orang yang berintegritas dan memiliki idealisme yang tidak mudah goyah.

Reaksi:
Berikan Reaksimu Tentang Artikel di Atas Dengan Men-Checklist Reaksi Ini

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »