Zaman Edyan

"Zaman Edyan"

oleh Zia Khakim

#Industri 4.0 telah melayani Generasi di zamannya.
#Individualisme semakin mendarah daging
#Inti sari  kehidupan, tak lagi tampak,
#Inilah realitas, kehidupan yang semakin kejam.

#Menikmati kebersamaan, tak lagi menjadi kemegahan,
#Menikmati keberingasan Eksistensi menjadi sebuah keniscayaan.
#menikmati nafas panjang penuh keceriaan otentik, mulai memudar  bahkan Nyaris hilang di telan Semangat zaman.


#inikah zaman Edyan penuh tantangan
#inikah zaman Edyan rasionalisme menjadi Tuhan
#inikah Zaman Edyan yang nilai-nilai Budaya luhur mulai di kikis habis tanpa henti,
#nikah zaman Edyan yang Bringas kejam, tanpa toleransi


#Tetaplah rawat sungguhan budaya otentik manusia negeri kita,
#tetaplah rawat berkelanjutan ( Sustainable hingga anak cucu keturunan kita)
# tetaplah pada dirimu sendiri, bukan budaya negeri antah berantah

#lawanlah segala bentuk penjajahan
#lawanlah segala bentuk yang menghancurkan otensitas jati diri bangsa kita
#lawanlah segala bentuk penindasan gaya apapun.
#lawanlah ketidak Adilan.
#lawanlah kemiskinan yang memisahkan kemanusiaan
#lawanlah pemecahbelahan persaudaraan di antara kita.


#bertuhanlah, bersatulah, bermanfaat lah, berdikari lah, berkeadilan lah, bermusyawarah lah. Hingga kau mengerti arti apa itu kehidupan yang memerdekakan.

#aku, Kamu, kita, semua bersaudara.
Indonesia,-Dunia.

FILOSOFI SEBUAH PERNIKAHAN

Mengapa orang menikah ?
Karena mereka jatuh cinta.
Mengapa rumah tangganya kemudian bahagia ?
Apakah karena jatuh cinta ?
Bukan...
Tapi karena mereka terus bangun cinta. Jatuh cinta itu gampang, 10 menit juga bisa.
Tapi bangun cinta itu susah sekali, perlu waktu seumur hidup...
Mengapa jatuh cinta gampang?



Karena saat itu kita buta, bisu dan tuli terhadap keburukan pasangan kita.
Tapi saat memasuki pernikahan, tak ada yang bisa ditutupi lagi.
Dengan interaksi 24 jam per hari 7 hari dalam seminggu, semua belang tersingkap...
Di sini letak perbedaan jatuh cinta dan bangun cinta. Jatuh cinta dalam keadaan menyukai.
Namun bangun cinta diperlukan dalam keadaan jengkel.
Dalam keadaan jengkel, cinta bukan lagi berwujud pelukan, melainkan berbentuk itikad baik memahami konflik dan ber-sama2 mencari solusi yang dapat diterima semua pihak. Cinta yang dewasa tak menyimpan uneg2, walau ada beberapa hal peka untuk bisa diungkapkan seperti masalah keuangan, orang tua dan keluarga atau masalah yang sangat pribadi.. Namun sepeka apapun masalah itu perlu dibicarakan agar kejengkelan tak berlarut.
Syarat untuk keberhasilan pembicaraan adalah kita bisa saling memperhitungkan perasaan. Jika suami istri saling memperhatikan perasaan sendiri, mereka akan saling melukai. Jika dibiarkan berlarut, mereka bisa saling memusuhi dan rumah tangga sudah berubah bukan surga lagi tapi neraka.
Apakah kondisi ini bisa diperbaiki ?
Tentu saja bisa, saat masing2 mengingat KOMITMEN awal mereka dulu apakah dulu ingin mencari teman hidup atau musuh hidup. Kalau memang mencari teman hidup kenapa sekarang malah bermusuhan ??
Mencari teman hidup memang dimulai dengan jatuh cinta. Tetapi sesudahnya, porsi terbesar adalah membangun cinta. Berarti mendewasakan cinta sehingga kedua pihak bisa saling mengoreksi, berunding, menghargai, tenggang rasa, menopang, setia, mendengarkan, memahami, mengalah dan bertanggung jawab.
Mau punya teman hidup ?
Jatuh cintalah....
Tetapi sesudah itu.. bangunlah cinta...Jagalah KOMITMEN awal.

1. KETIKA AKAN MENIKAH
Janganlah mencari isteri, tapi carilah ibu bagi anak-anak kita.
Janganlah mencari suami, tapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

2. KETIKA MELAMAR
Anda bukan sedang meminta kepada orang tua si gadis, tapi meminta kepada TUHAN melalui wali si gadis.

3. KETIKA MENIKAH
Anda berdua bukan menikah di hadapan negara, tetapi menikah di hadapan TUHAN.

4. KETIKA MENEMPUH HIDUP BERKELUARGA
Sadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melalui jalan bertabur bunga, tetapi juga semak belukar yang penuh onak & duri.

5. KETIKA BIDUK RUMAH TANGGA OLENG
Jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justru semakin erat berpegang tangan.

6. KETIKA TELAH MEMILIKI ANAK
Jangan bagi cinta anda kepada suami/isteri dan anak Anda, tetapi cintailah isteri atau suami Anda 100% & cintai anak2x Anda masing2x 100%.

7.KETIKA ANDA ADALAH SUAMI
Boleh bermanja2x kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan Anda.

8.KETIKA ANDA ADALAH ISTERI
Tetaplah berjalan dengan gemulai & lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

9.KETIKA MENDIDIK ANAK
Jangan pernah berpikir bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orang tua yang baik adalah orang tua yang jujur kepada anak.

10.KETIKA ANAK BERMASALAH
Yakinilah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orang tua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

11.KETIKA ADA 'PIL/ Pria Idaman lain.
Jangan diminum, cukuplah suami sebagai obat.

12.KETIKA ADA 'WIL/ Wanita Idaman lain.
Jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

13.KETIKA MEMILIH POTRET KELUARGA
Pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga bahagia.

14.KETIKA INGIN LANGGENG & HARMONIS
GUNAKANLAH FORMULA 7K
1.Ketakutan akan Tuhan
2.Kasih sayang
3.Kesetiaan
4.Komunikasi dialogis
5.Keterbukaan
6.Kejujuran
7.Kesabaran

Meski kita telah menikah dengan orang yang benar (tepat), tetapi kalau kita memperlakukan orang itu secara keliru, maka kita akhirnya akan mendapatkan orang yang keliru.
Kebahagiaan dalam sebuah pernikahan tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan harus diupayakan.
Pernikahan bukanlah tanaman bunga mekar harum semerbak yang sudah jadi. Pernikahan adalah lahan kosong yang harus kita garap bersama-sama.
Tidak cukup hanya dengan memilih dan menikah dengan orang yang tepat, tetapi jadilah pasangan yang TEPAT, yang memperlakukan pasangan kita dengan TEPAT pula.
Kita juga harus yakin kalau kita tidak salah memilih pasangan hidup. Kalau TUHAN sudah mengizinkan pernikahan itu terjadi, maka itu berarti IA mempercayakan tanggung jawab rumah tangga itu kepada kita dan pasangan kita.
Berbuatlah sesuai dengan apa yang telah engkau janjikan di hadapan TUHAN dan Imam, untuk tetap setia dan saling mengasihi dalam segala keadaan.

MENIKAH DENGAN ORANG YANG BENAR (ATAU SALAH), ITU TERGANTUNG DARI "CARA" KITA MEMPERLAKUKAN PASANGAN.

Manusia cenderung lebih pintar menilai orang lain daripada memeriksa diri sendiri,
Padahal, ketika satu jari menunjuk kepada orang lain, empat jari yang lain mengarah ke diri sendiri.
Jangan suka menghakimi tetapi baiklah kita saling mengasihi.

Pernikahan adalah tiket 1x jalan, jadi pastikan bersama pasangan kita menuju tempat yang lebih baik dari saat ini.
Pernikahan adalah tempat dimana kita dituntut menjadi dewasa & salah satu tanda dewasa adalah SIAP memikul tanggung jawab.
Pernikahan bukan masalah feeling suka tidak suka, tapi tentang komitmen.
Masalah dalam pernikahan biasanya karena kita tidak memahami perbedaan pria & wanita.
Jangan tuntut pasangan untuk berubah, kitalah yang harus berubah lebih dulu.
Ingat !!
Better me = Better we.

☻ 3 kesalahan umum ☻
yang sering dilakukan suami :
A. Tidak perhatikan perasaan istri.
Laki-laki lebih pakai logika , wanita pakai feeling.
B. Lebih fokus memikirkan solusi daripada mendengar.
Wanita biasanya ingin didengarkan, dia ingin suami merasakan apa yang dia rasakan.
C. Seringkali setelah bicara, suami pergi tanpa beri kepastian / jawaban.

☻ 3 kesalahan umum ☻
yang sering dilakukan istri :
A. Memberi petunjuk tanpa diminta.
Mungkin bagi istri menunjukan perhatian , tapi bagi suami merasa dikontrol.
B. Mengeluhkan suami d¡ hadapan orang lain.
C. Mencoba membenarkan pada saat suami melakukan kesalahan. (istri merasa lebih benar)

Selama berumah tangga,
milikilah komitmen2x ini :
1. Komitmen untuk tetap berpacaran.
2. Komitmen memiliki sexual intimacy regularly.
3. Komitmen untuk saling membantu (jangan mengkritik pasangan).
4. Komitmen untuk punya romantic get away (liburan berdua)
5. Komitmen berkomunikasi dengan jelas (saling cerita, terbuka, jangan biasakan bilang tidak dapat apa-apa bila ada apa-apa, pasangan kita bukan dukun)
6. Komitmen untuk bicara hal yang baik tentang pasangan (puji pasangan)
7. Komitmen untuk jadi pribadi yang lebih sehat dari sebelumnya. (Fisik yang sehat adalah kado buat pasangan)
8. Komitmen untuk mudah mengampuni pasangan.
9. Komitmen untuk bergandengan dan berpelukan.
10. Komitmen untuk h¡dυp dalam kebenaran.

10 Hukum Pernikahan Bahagia:
1. Jangan marah pada waktu yang bersamaan.
2. Jangan berteriak pada waktu yang bersamaan.
3. Jikalau bertengkar cobalah mengalah untuk menang.
4. Tegurlah pasangan Anda dengan kasih.
5. Lupakanlah kesalahan masa lalu.
6. Boleh lupakan yang lain tapi jangan lupakan Tuhan dan pasangan Anda.
7. Jangan menyimpan amarah sampai matahari terbenam.
8. Seringlah memberi pujian pada pasangan Anda.
9. Bersedia mengakui kesalahan.
10. Dalam pertengkaran yang paling banyak bicara,dialah yang salah.

Pernikahan yang bahagia membutuhkan jatuh cinta berulang-ulang dengan pasangan yang sama.

"Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta. Sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina."

Konfliks dan perselisihan menggerus cinta perlahan-lahan seperti abrasi mengikis pantai.

Waktu atas sebuah pernikahan membuat cinta menjadi pudar, padahal asal muasal cinta begitu kuat tak terpadamkan, cinta sejati tidak bisa dibayar dengan harta benda.

Bangun pagi ini katakan kepada pasangan kita " I LOVE YOU " biarlah ini menjadi pupuk yang akan menyuburkan kembali cinta kepada pasangan kita.


Tujuan pernikahan bukanlah berpikiran sama, tetapi berpikir bersama.

Kenapa kita disatukan dengan pasangan kita, agar kita saling melengkapi.

Pasangan yang tepat adalah yang dapat melengkapi kekurangan kita, bukan yang sama seperti kita.

Ketahuilah! Sampai kapanpun kita tidak akan pernah bisa menemukan pasangan yang memiliki pikiran yang sama.

Ketika kita bangun pagi ini pandang pasangan kita lalu katakan "saya membutuhkan kamu tanpa kamu hidup jadi tidak sempurna"

Lalu mulailah merangkai perbedaan perbedaan dengan pasangan kita agar menjadi satu sehingga menjadi suatu kekuatan yang luar biasa.

Percayalah ! Mulai saat ini keluarga kita menjadi keluarga Sakinah, Mawadah dan Warohmah. Amin

Wassalam

naik grab car ke stasiun gratis

"naik grab car ke stasiun gratis" harusnya bayar,  drivernya masih umur 24 tahun,

dalih ngisi waktu luang dan mau bermanfaat mobil yang lama Freed sekarang beli Mobilio mas😂, orang tuanya Pensiunan Polri. Sedang dirinya juga telah menolong 5 orang di jadikan pegawai Di HIK di sekitaran Boyolali. Walah kereeen ms.



Wajah mirip-Mirip Gibran Rakabuming Putra Jokowi. Kirain tadi yang jadi Driver saya Gibran mas. Mulia sekali saya..emang wajah mirip mas sudah sering dibegitukan saya. Salam kenal nama saya "Gunawan" mas. Owh geh, saya Zia, ....Emang klo hari hari biasa saya kerja di Telkomsel mas, yang buat kartu, dulu ya...dari NOL.. marketing dll. Okay nambah paseduluran geeeh...(Kesimpulan saya orang Indonesia itu baik - baik bagi yang baik) (Intansurullah Yan Surkum Wayusabbit Aqdamakum). Tolonglah agama Allah maka kau akan di tolong. 

(Surakarta, Sabtu 07 Juli 2018)
Ujian di Mata Dosen, Mungkinkah Sama dengan Ujian di Mata Allah?

Ujian di Mata Dosen, Mungkinkah Sama dengan Ujian di Mata Allah?

Ujian di Mata Dosen, Mungkinkah Sama dengan Ujian di Mata Allah?

Suatu hari saat ujian, saya agak kaget karena tiba-tiba dimarahi seorang mahasiswi berjilbab, bergamis, keluaran pondok pesantren, yg saya anggap paling pinter nomer 2 di kelas.

"Kenapa ada soal teori sih pak!?" teriaknya.
"Hitungan aja semuanya! Yg soal teori itu dihapus saja!"

Saya gak nyangka kalo reaksinya akan seperti ini. Apalagi yg marah adalah mahasiswi yg selama ini paling rajin mengerjakan tugas.

Apalagi, dari 3 kelas, ini kelas yg saya anggap paling pinter2. Saya sengaja menyelipkan ujian teori/konsep di tengah ujian hitungan, dengan harapan, mahasiswa yg lemah dalam hitungan, bisa mendapat poin dari soal teori, dan sebaliknya.

Hikmah:
- Orang yang pinter dalam Spiritual dan Intelektual, belum tentu pinter mengelola Emosi.
- Allah memberikan ujian kepada kita, dengan mengukur kemampuan kita, bahwa kita seharusnya mampu menjalani ujian tersebut. 
- Ujian dari Allah itu variatif. Kekayaan, bagi sebagian orang adalah sarana untuk bersedekah, bagi sebagian yang lain justru melalaikan. Kemiskinan, bagi sebagian orang itu adalah ladang pahala untuk bersabar, bagi sebagian yang lain itu adalah pintu kekufuran.
- Tidak perlu komplain terhadap semua peristiwa yang kita alami, karena semua pasti ada hikmahnya. Yakin saja kalo Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Segala sesuatu yang terjadi adalah bentuk kasih sayang Allah kepada kita. 

18 Juni 1994 M - 18 Juni 2018 M

18 Juni 1994 M - 18 Juni 2018 M (3 Syawwal 1439 H)

‌24 Tahun, bukanlah waktu yang lama dan baru, namun paling tidak sudah ada tanda-tanda banyak hal yang telah selama ini ku lakukan. Meskipun belum begitu ketara(Kelihatan) tentu dari lubuk terdalam saya ingin, memohon maaf sedalam lautan yang paling dalam, bila pernah tersakiti oleh tutur kataku, tingkah lakuku, ucapanku, dan bahkan ternodai karena diriku, aku hanyalah manusia biasa bukan keturunan Puntadewa. Raja. Brahmana dlll. 


Aku hanyalah Ahmad Zia Khakim, putra ibu Aminatun dan M. Ali Susanto yang di lahirkan di Bojonegoro, warga negara biasa. Rakyat kecil yang Punya cita, punya angan besar untuk bermanfaat untuk Negaranya, bangsanya dan masyarakat nya, meskipun hanya hal- hal kecil, namun ingin selalu bermakna dengan adanya diriku di muka bumi ini, ingin ku buka lembaran baru di umurku ke 24 tahun  ini. Teruntuk dikau yang selalu mendoakan ku tanpa terlihat, kau yang selalu mensupport, kalian yang selalu ada tanpa terlihat, terimakasihku yang sangat amat mendalam, semoga kita semua dilimpahi berkah kehidupan. Dan senantiasa diberi ilmu yang bermanfaat dan barokah. Harapanku pada yang membaca tulisan ini, doakan diriku agar tetap senang berjuang, gemar dan ikhlas beramal. 

Lebih bermanfaat, selalu produktif berkarya, tambah amalannya, dan seterusnya hingga mampu berbakti pada orang tua, bangsanya, agama, dan masyarakat luas tanpa pandang suku, bangsa dan ras maupun golongan apapun.

Ahmad Zia Khakim, 24 Tahun 
Tahun Produktif.

Sejarah dan Polemik RIBA di Indonesia

Bank dengan praktek ribawi pertama di nusantara adalah De javasche Bank yg ada sejak tahun 1828.
Bank dengan praktek ribawi pertama di Indonesia (setelah merdeka) adalah Bank Surakarta Maskapai Adil Makmur (MAI) pada tahun 1945.

Koperasi dg praktek riba pertama di nusantara aja sejak tahun 1895.
Lembaga asuransi ribawi pertama di negri kita ada sejak 1845, dengan nama NILMIY, yg sekarang menjadi PT. Asuransi Jiwasraya.

Pegadaian, ada sejak 1746.

Kemudian, MUI baru mengeluarkan fatwa semua itu haram pada tahun 2004. Padahal MUI ada sejak 1975.

Padahal, persoalan riba dalam bank sudah mulai diperdebatkan sejak abad ke-19. Tapi MUI baru mengeluarkan fatwa haram pada abad ke-21.

Pertanyaan,

Bagaimana status pelaku riba yg sudah meninggal dan belum sempat bertaubat saat MUI belum mengeluarkan fatwa haram?

Saat ini, masih terjadi banyak perdebatan soal riba. Fatwa MUI masih terus diperbaharui. (5 fatwa baru soal bank syariah baru terbit pd tahun 2017).

Pertanyaan:

Masih mau berkutat pd hal tersebut atau memilih untuk berhati-hati dan menghindari hal itu saja?

Sampai saat ini, masih ada banyak perdebatan soal riba. MUI masih terus mengeluarkan fatwa baru. (th 2017 MUI mengeluarkan 5 fatwa baru soal bank syariah).

So?

”Bahwasanya seorang hamba, tidaklah akan bisa mencapai derajat ketaqwaan sehingga ia meninggalkan apa yang tidak dilarang, supaya tidak terjerumus pada hal-hal yang dilarang” (Hadist ini Hasan, diriwayatkan oleh Tirmidzi no:2451 , Ibnu Majah no: 4215, Baihaqi: 2/ 335)

Diriwayatkan pula bahwa pada suatu ketika Umar bin Khattab bertanya kepada Ubai bin Ka’ab tentang Taqwa. Ubai balik bertanya: ”Apakah kamu pernah melewati jalan yang banyak durinya?”
”Pernah” Jawab Umar.

Ubai bertanya kembali, ”Bagaimana ketika anda melewatinya?”

Umar menjawab, ”Saya bersungguh-sungguh serta berhati-hati sekali supaya tidak kena duri”.

Ubai akhirnya mengatakan, ”Itulah arti Taqwa yang sebenar-benarnya.”


Semoga puasa ramadhan kali ini benar2 dapat meningkatkan ketaqwaan kita. Aamiin...



Kejar Target Proyek Tol, Karyawan Beberkan Semuanya

Ikikaf bareng pegawai bintang 12, sub kontraktor Waskita yg menangani jalan tol Batang-Semarang. Dia cerita kalo lg dikejar target mudik lebaran jalan harus udh bisa dilewati pemudik. Kalo ada wartawan datang, jalan harus udah mulus semua. Itu instruksi langsung dari menteri.


Padahal, secara teori, tanah yg baru di Uruk harus didiamkan beberapa saat dulu, agar tanah stabil, baru di cor. Setelah di cor, dan kering, tidak boleh langsung dilewati, harus didiamkan beberapa saat dulu, biar semennya "matang".

Tapi semua itu diterabas, diabaikan, demi sebuah citra dihadapan manusia dan media.

Akibatnya apa?
Saat jalan baru itu dilalui pemudik nanti, pasti jalan akan langsung rusak kembali dg seketika. Kemudian, butuh anggaran lg buat memperbaikinya. (Seharusnya anggaran perbaikan ini tidak perlu ada jika mau bersabar menunggu tanah stabil, menunggu semen matang). Ini namanya mubadzir. Udah dananya dari hutang, pemanfaatannya tidak efisien hanya karena mementingkan pencitraan.

Wajar terjadi banyak kasus kecelakaan kerja, jembatan roboh, dll, di proyek infrastruktur kalo cara kerjanya kyk gini.


RESUME PENGAJIAN NUZULUL QURAN DI MASJID GEDHE YOGYAKARTA

*RESUME PENGAJIAN NUZULUL QURAN DI MASJID GEDHE YOGYAKARTA*

16 Ramadhan 1439 / 1 Juni 2018 *TAFSIR SURAT AR-RAHMAN* *AYAT 60* *Oleh KH. Anang Rikza Masyhadi, MA* هَلْ جَزَاءُ الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ [سورة الرحمن 60] _"Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan pula."_ (Qs. Ar-Rahman [55]: 60) Ayat ini merupakan janji dari Allah SWT bahwa setiap perbuatan baik akan dibalas dengan kebaikan. Artinya, tidak mungkin Allah akan membalas perbuatan baik dengan keburukan. Jika Allah berjanji, Dia tidak akan mengingkarinya! _"innahu laa yukhliful mi'aad"_. Di dalam kenyataan sehari-hari, jika kita berbuat baik kepada orang lain, maka ada 4 kemungkinan balasan yang akan kita terima: 1. Dibalas lebih baik 2. Dibalas sama baiknya 3. Dibalas lebih buruk 4. Dibalas dengan pengkhianatan


Bagaimana sikap kita terhadap masing-masing kemungkinan itu? Jika kemungkinannya adalah nomor satu atau dua; dibalas lebih baik atau sama baiknya, mungkin tidak terlalu masalah. Bahkan, kita mungkin akan merasa senang karena kebaikan kita dibalas dengan lebih baik atau minimal sama. Bagaimana seandainya jika kebaikan kita dibalas lebih buruk atau malah dikhianati? Jika kita berbuat baik kepada, misalnya 1000 orang, yang 999 orang ternyata mengkhianati kebaikan kita itu, akankah esok hari kita masih semangat berbuat baik lagi? Atau, malah kita merasa kapok dan akhirnya memutuskan untuk berhenti berbuat baik? Pertanyaan selanjutnya: sebetulnya untuk kepentingan siapakah kita berbuat kebaikan? Jika merujuk pada janji Allah pada ayat di atas: _"Tidak ada kebaikan kecuali balasannya kebaikan pula"_, maka sikap kita dipastikan akan positif. Bahkan, kita tidak akan peduli bagaimanapun dan apapun reaksi/ balasan orang lain terhadap kebaikan yang kita lakukan itu. Apakah kebaikan kita akan dibalas lebih baik, sama baiknya, atau lebih buruk dan bahkan pengkhianatan, sama sekali tidak berpengaruh pada komitmen kita pada kebaikan itu sendiri. 

Penjelasannya begini. Setiap kebaikan yang kita lakukan, pasti akan dicatat oleh malaikat, dan akan dibalas oleh Allah. Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan, Allah Maha Melihat, Maha Mendengar dan Maha Mengetahui. Allah akan membalas kebaikan tersebut, bahkan dengan balasan kebaikan yang berlipat lipat, dengan balasan kebaikan yang tidak kita sangka-sangka. Sebetulnya yang membelenggu adalah cara pandang kita yang keliru. Kita keliru apabila: 1. Menganggap bahwa jika berbuat baik kepada seseorang, katakanlah kepada si A, maka si A itulah yang harus membalas kebaikan kita. Ini keliru besar! 2. Menganggap bahwa jika melakukan kebaikan berupa sesuatu perbuatan, katakanlah kebaikan berupa B, maka balasannya harus berupa B. Ini pun keliru besar! 3. 

Menganggap bahwa kebaikan yang kita lakukan hari ini balasannya harus besok. Sebuah kekeliruan yang fatal. Ketiga hal di atas keliru besar. Sebab, bisa jadi kebaikan kita pada seseorang, balasannya melalui seseorang yang lain, bahkan mungkin melalui seseorang yang kita tidak mengenalnya sama sekali. Di sinilah Allah Bekerja dengan cara-Nya sendiri; melalui siapakah kebaikan kita itu akan dibalaskan. Bisa jadi pula, saat kita berbuat baik, misalnya dengan menolong menyeberangkan orang tua di jalan raya, balasannya tidak mesti bahwa kita akan diseberangkan orang. Jadi, apa bentuk balasan terhadap suatu kebaikan tidak selalu harus sama dengan kebaikan yang kita berikan. Di sinilah Allah Bekerja dengan caranya sendiri; Allah Maha Mengetahui apa yang menjadi kebutuhan kita sehingga balasan kebaikannya bisa jadi berupa sesuatu yang kelak akan kita perlukan. Dan jangan pula merasa bahwa kebaikan kita belum dibalas. Bisa jadi, balasannya tidak langsung kita terima saat itu, dan bisa jadi pula balasannya akan dilimpahkan Allah kepada keluarga dan anak cucu kita. 

 Intinya, bahwa setiap kebaikan yang kita lakukan tidak mungkin akan hilang begitu saja; semuanya tercatat dengan teliti dalam perhitungan Allah SWT. Dan janganlah komitmen kita dalam berbuat baik dipengaruhi oleh sikap orang lain, sebab ini namanya pamrih. Perbuatan yang didasari karena pamrih seperti ini, maka putuslah keberkahannya. Maka, teruslah berbuat baik. Teruslah melakukan kebaikan-kebaikan. Jangan pernah bosan menjadi orang baik. Sebab, hakekatnya berbuat baik itu untuk dirinya sendiri. Oleh karenanya, Allah kembali menegaskan: إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا [سورة اﻹسراء 7] _Jika kamu berbuat baik, berarti kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri. Dan jika kamu berbuat jahat, maka kerugian kejahatan itu untuk dirimu sendiri._ (Qs. Al-Isra [17]: 7) Gambaran penjelasannya kira-kira seperti ini: setiap kali kita berbuat baik seperti seseorang yang sedang menabung. Semakin banyak kebaikan yang dilakukannya, semakin banyak tabungan yang dihasilkannya. Jika seseorang rajin menabung sejak remaja, maka saat ia dewasa dan membutuhkan biaya untuk pernikahan, misalnya, maka ia pun tidak cemas karena bisa mengambil dari tabungannya. Karena tabungannya banyak, maka masih tersisa, dan saat ia membutuhkannya lagi untuk merintis modal usaha, maka ia pun masih bisa mengambilnya lagi dari tabungannya itu. Berbeda halnya jika seseorang tidak memiliki tabungan sama sekali. Jika memerlukan untuk sesuatu kebutuhan, apa yang akan diandalkannya sementara ia tidak memiliki tabungan? Demikianlah kebaikan itu seperti halnya tabungan. Setiap kebaikan yang kita lakukan hakekatnya adalah menambah saldo. 

Jadi, Maha Benar Allah dengan firman-Nya bahwa: 1. Tidak ada suatu kebaikan kecuali balasannya adalah kebaikan pula. (55:60) 2. Sebuah kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain hakekatnya kita sedang berbuat kebaikan untuk diri sendiri. (17:7) Berbuat baik adalah sebuah keharusan dan dalam rangka memenuhi perintah Allah. Sehingga, saat kita berbuat baik, fokusnya adalah kepada Allah, bukan kepada manusia! Jika fokus kepada Allah, maka kita akan yakin pada ayat 60 (surat Ar-Rahman) dan ayat 7 (Al-Isra). Dalam hal berbuat baik, maka rumusnya: 55:60 dan 17:7! Jika fokusnya pada manusia, maka kita akan mengalami kegelisahan dan keletihan hati. Saat kebaikannya tidak dibalas, atau dibalas lebih buruk, atau bahkan dikhianati, maka yang akan timbul adalah sakit hati dan dorongan untuk berhenti berbuat baik. Sementara saat kebaikan dibalas lebih baik lantas kita menjadi semangat berbuat kebaikan lagi. Jika demikian, maka fokus kebaikan kita bukanlah Allah, tapi manusia! Saat itulah amal kebaikan kita menjadi sia-sia. Lihatlah para nabi dan rasul, termasuk Rasulullah SAW. Kebaikannya tidak jarang dibalas dengan cacian, fitnah, dan ejekan. Tidak jarang Rasul malah diejek sebagai orang gila _(majnun)._ Jika kebaikan mereka fokusnya adalah manusia pastilah risalah dan dakwah mereka tidak akan sampai pada kita hari ini. Lihatlah pula para sahabat Nabi dan orang-orang saleh setelahnya sepanjang masa. Mereka terus menerus memproduksi dan menebar kebaikan di masyarakatnya, meskipun tidak jarang mereka mengalami pengkhianatan-pengkhianatan. 

Maka, ada sebuah ungkapan mengatakan bahwa ujian orang baik adalah kebaikanya sendiri, sebagaimana ujian orang saleh adalah kesalehannya sendiri. Ini tafsir untuk orang yang berbuat baik, dari sisi subyek (pelaku). InsyaAllah nanti saya akan kupas lagi tafsir ayat untuk orang yang dibaiki atau mendapat perlakuan baik dari orang lain, yaitu dari sisi obyek. Inilah salah satu cerminan akhlak Islam. Seorang muslim ibarat sebuah pabrik yang terus menerus memproduksi dan menebar kebaikan-kebaikan. Andaikata satu ayat ini saja (Ar-Rahman: 60) dapat dipahami dengan benar dan menjadi bagian dari akhlak setiap orang muslim, sungguh alangkah mempesonanya Islam dan kaum muslimin itu. Maka, ayat-ayat Al-Quran jangan sekedar dibaca berulang-ulang, tapi pahami dan amalkan dalam perilaku. Dan inilah dakwah kita yang sesungguhnya. _WalLaahu a'lam_ _WalLaahu Waliyyut-taufiq_. ditranskrip oleh: Affandi, S.Pd.I (Sekpim) *www.tazakka.or.id*

1 Juni 2018

Syukur tiada henti, rasanya ingin tersungkur ucapkan hamdalah, bahwa Milad kembali terselenggara, semua itu adalah manifestasi untuk agar kedepannya kita bisa berbuat lebih baik lagi !, lebih baik lagi dan terus berkelanjutan (Sustainable) hingga Ribuan dan jutaan tahun, bahkan abadi, 


Refleksi adalah upaya, agar kita semua "pandai menjadi hamba yang bersyukur !!

"(lain Syakartum, La azidannakum", tahu diri akan nikmat yang tiada tara, berlimpah ruah, yang telah Allah anugerahkan kepada kita, semoga bangsa kita, yang pada hari ini juga, senada dengan kita, memperingati dan merenungi kembali (Pancasila Sebagai Darul Ahdi Wa Syahadah) (Negara Persaksian dan Kesaksian Konsesus Nasional) sebagai, spirit, nafas, Ruh, dan landasan filosofis Bernegara, 

Senafas dengan Milad PC IMM Ahmad Dahlan Surakarta yang Ke 2, semoga kita semua menjadi Generasi yang tidak hanya "penikmat" namun tetap berjuang hingga akhir hayat, demi Islam, bangsa, serta kemanusiaan universal dunia, selamat sekali lagi saya ucapkan. 

Mari BERGERAK!! Senafas dengan Nafas PANCASILA. Ingat Ahmad Dahlan !! ingat PANCASILA !!. Ingat INDONESIA !! (Jum,at 01 JUNI 2018 M) hari yang Mulia Rajanya Hari, 16 Romadhon 1439 H ( Rajanya Bulan), teruslah Berkarya !! tanpa kenal lelah dan Kalah !!, Siapa yang berjuang dialah yang akan Menang !!, Jaga terus martabat Organisasi, seperti kau Menjaga Martabat Bangsa, dan Negara, jangan lihat kau hari ini tapi lihatlah 5, 20, 30,1000, bahkan tak terukur waktu kelak kalian akan Rindu dalam berproses memajukan dan Meneguhkan diri !! 

Marilah sebar luaskan kesadaran kepada seluruh elemen masyarakat INDONESIA, bahwa Persoalan kebangsaan kita, didepan mata, masih sangat banyak bahkan berjibun, "Indonesia, Is Not Poor But Rich, Kita bukan bangsa yang Miskin !! Sekali lagi ku tegaskan, bukan Bangsa yang Miskin !! tapi kita Kaya Raya bahkan membuat "iri "bangsa - bangsa yang lain "baca: SDA" kita semua punya kesempatan yang sama untuk ikut andil membangun bangsa ini, dari kemiskinan hingga persoalan keadilan. Billahi fisabililhaq Fastabiqul Khoirot, Abadi Perjuangan!! Terimakasih Wassalamu'alaikum wr wb. 

By Ahmad Zia Khakim

Grab Bike, Gojek Jogja

Aktivitas Tiga Hari ini ditemani kemana-mana menggunakan Grab bike Dan Gojek Dari UII hingga Gembira loka 

Hatta Masjid gede dengan beragam driver Fenomena, Ada yang mahasiswa Ada juga yang Bapak-bapak tua. 


Selalu pertanyaan yang ku ajukan Hampir sama, sudah berapa lama? Full APA nyambi? Berapa putra-putrinya? Berapa pelanggan Hari ini? Aneka Ragam tanggapan hingga Hari ini yang membuatku terenyuh Yakni, jam 17.15 Aku menuju Masjid gedhe kauman ditemani bapak-bapak yang nota bennya seharian baru dapat Dua Pelanggan itupun Dengan Saya. Alias kamu mas. Saya nyambi kalau pagi di pasar. Bapaknya pun sempat bertutur Hampir putus asa karna Tak Ada Pelanggan lagi niat mau langsung pulang. Sebari membawa es degan, Dua. Akupun sempat di tawari. Waduh mboten Pak. Hatur nuwun sanget2. Sebari saya memberi bintang Lima Dan bergegas untuk mengambil takjilan. 

Seneng banget bisa buka bareng-bareng warga Yogyakarta. Ada juga driver yang mengeluhkan sepi. Karna pasca kejadian BOM Surabaya Dan Sidoarjo, Malioboro yang biasanya rame banget sekarang menjadi seperti kuburan. Entahlah mas. 

(Ahmad Zia Khakim, Yogyakarta, 20 Mei 2018)