10 PTN dengan Peminat Terbanyak Ternyata Bukan UGM, UI, ITB, ITS, maupun IPB.

Pengumuman Hasil Seleksi Jalur SBMPTN 2019.
Penetapan hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 diumumkan secara online pada hari ini Selasa, 9 Juli 2019 pukul 15.00 WIB. Jumlah peserta yang dinyatakan lulus seleksi pada 85 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia sebanyak 168.742 peserta. Jumlah peserta yang dinyatakan lulus tersebut merupakan hasil seleksi dari pendaftar SBMPTN 2019 sebanyak 714.652 peserta. Dari peserta yang dinyatakan lulus tersebut terdiri dari peserta Non Bidikmisi sebanyak 119.777 orang dan peserta pemohon Bidikmisi sebanyak 48.965 orang.

Beberapa data statistik terkait hasil SBMPTN 2019 dapat dijelaskan sebagai berikut:

Sepuluh PTN dengan PEMINAT terbanyak:

1. Universitas Brawijaya (55.871);
2. Universitas Sebelas Maret (48.735);
3. Universitas Diponegoro (48.440);
4. Universitas Pendidikan Indonesia (48.231);
5. Universitas Negeri Semarang (44.937);
6. Universitas Padjadjaran (41.970);
7. Universitas Hasanuddin (41.846);
8. Universitas Jember (40.173);
9. Universitas Negeri Yogyakarta (38.007);
10. Universitas Sumatera Utara (36.585).

Sepuluh PTN dengan PEMINAT terbanyak prodi SAINTEK:

1. Universitas Brawijaya (33.987);
2. Universitas Hasanuddin (29.216);
3. Universitas Diponegoro (28.825);
4. Universitas Sebelas Maret (24.293);
5. Universitas Jember (23.399);
6. Universitas Sriwijaya (21.447);
7. Universitas Sumatera Utara (21.348);
8. Universitas Gadjah Mada (20.640);
9. Universitas Padjadjaran (20.291);
10. Universitas Andalas (19.891).

Sepuluh PTN dengan PEMINAT terbanyak prodi SOSHUM: 

1. Universitas Pendidikan Indonesia (34.544); 
2. Universitas Negeri Semarang (28.945); 
3. Universitas Negeri Jakarta (26.120); 
4. Universitas Negeri Yogyakarta (25.779); 
5. Universitas Sebelas Maret (24.442); 
6. Universitas Negeri Malang (23.077); 
7. Universitas Brawijaya (21.884); 
8. Universitas Padjadjaran (21.676); 
9. Universitas Negeri Surabaya (20.034); 
10. Universitas Negeri Padang (19.871). 

Sepuluh prodi SAINTEK dengan PEMINAT terbanyak: 

1. Pendidikan Dokter Universitas Udayana (2.301); 
2. Agroekoteknologi Universitas Brawijaya (2.202); 
3. Pendidikan Dokter Universitas Hasanudin (2.111); 
4. Agroteknologi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (1.956); 
5. Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (1.920); 
6. Agroteknologi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (1.884); 
7. Kedokteran Universitas Sebelas Maret (1.836); 
8. Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (1.751); 
9. Peternakan Universitas Brawijaya (1.734); 
10. Pendidikan Dokter Universitas Jember (1.716). 

Sepuluh prodi SOSHUM dengan PEMINAT terbanyak: 

1. Hukum Universitas Diponegoro (3.702); 
2. Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (2.981); 
3. Ilmu Hukum Universitas Brawijaya (2.584); 
4. Manajemen Universitas Negeri Yogyakarta (2.546); 
5. Manajemen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (2.532); 
6. Ilmu Hukum Universitas Sebelas Maret (2.524); 
7. Manajemen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (2.503); 
8. Ilmu Hukum Universitas Jenderal Soedirman (2.204); 
9. Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (2.203); 
10. Manajemen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (2.202). 

Sepuluh PTN dengan nilai rerata DITERIMA tertinggi (SAINTEK):

1. Institut Teknologi Bandung (689,75); 
2. Universitas Indonesia (679,96); 
3. Universitas Gadjah Mada (659,06); 
4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (653,13); 
5. Universitas Padjadjaran (634,06); 
6. Universitas Diponegoro (633,25); 
7. Universitas Airlangga (632,05) 
8. Institut Pertanian Bogor (627,98); 
9. Universitas Sebelas Maret (626,90) 
10. Universitas Pembangunan Nasionan “Veteran” Jakarta (621,61).

Bagaimana menurut teman-teman? Gak nyangka kan? Tentukan strategimu untuk memilih kampus yang mana. Saran dari admin, cobalah pilih kampus yang berada di luar kota tempat tinggalmu. Luar Provinsi. Hal itu akan sangat baik untuk melatih mental, kedewasaan, dan wawasanmu. 

10 State University in Indonesia with the Highest Competition in Entry

Published in 7 July 2019 buahpeer.com. If you want to study in Indonesia University, there are 10 State University in Indonesia with the Highest Competition In entry.


For Science Major, there are 10 State University in Indonesia with the Highest Competition In entry:

1. Institut Teknologi Bandung (689,75); 
2. Universitas Indonesia (679,96); 
3. Universitas Gadjah Mada (659,06); 
4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (653,13); 
5. Universitas Padjadjaran (634,06); 
6. Universitas Diponegoro (633,25); 
7. Universitas Airlangga (632,05) 
8. Institut Pertanian Bogor (627,98); 
9. Universitas Sebelas Maret (626,90) 
10. Universitas Pembangunan Nasionan “Veteran” Jakarta (621,61).




Tabligh Akbar Muhammadiyah Kabupaten Bandung


Tabligh Akbar Muhammadiyah Kabupaten Bandung
Hari Sabtu 6 Juli 2019
Jam 18.00 - Selesai
di Lap MDT Nurul Huda Kpp Kulalet, Kec, Baleendah

Moderator: Rahmat Ridha Mistakim (Direktur LPMT DPP IMM)

Pemateri:
Ustadz Alit Nurul Hayat, S.Si (PDM Kabupaten Bandung)
Feisal Karta Permana, S. Pd (PDPM Kabupaten Bandung)
Rifki Fauzi, S. E (Koordinator AMM Kabupaten Bandung)



Telah di laksanakannya tabligh akbar dan santunan yatim dhuafa pada:
tanggal : sabtu, 6 juli 2019
Waktu : 19:30-selesai
Tempat :  kampung kulalet rt 04 rw 09 kelurahan andir baleendah kabupaten  bandung (lapangan MDT nurul huda)



BEASISWA S2 BAGI GURU DAN CALON KEPALA MADRASAH TAHUN 2019

S2 BEASISWA BAGI GURU DAN CALON KEPALA MADRASAH TAHUN 2019



Kerjasama Kementerian Agama dengan Universitas Negeri Malang 

Program Studi:

- Magister Pendidikan Matematika
- Pendidikan Bahasa Inggris

Sasaran Program 

1. Guru PNS Kementerian Agama yang mengajar pada Madrasah
2. Guru Tetap Yayasan yang mengajar pada Madrasah Swasta
3. Guru Non PNS yang mengajar pada Madrasah Negeri
4. Calon Pengawas Madrasah pada semua jenjang

Persyaratan 

1. Guru PNS, Guru Non PNS, Guru Tetap Yayasan.
Non PNS minimal telah mengabdi pada madrasah selama 2 tahun. Guru Tetap yang di SK-kan oleh Ketua Yayasan tempat bertugas, dengan syarat yang bersangkutan setelah studi bersedia bertugas kembali (sekurang-kurangnya 5 tahun) pada lembaganya dengan dibuktikan surat pernyataan bermaterai.

2. Calon Pengawas Madrasah semua jenjang binaan kementerian Agama, minimal mengabdi sebagai guru selama 8 tahun, untuk unsur kepala madrasah minimal sudah menjabat selama 4 tahun.

3. Berpendidikan S1 dari perguruan tinggi terakreditasi.

4. Mengampu matapelajaran: Matematika (untuk calon mahasiswa Prodi S2 Pendidikan Matematika) dan Pendidikan Bahasa Inggris (untuk calon mahasiswa Prodi S2 Pendidikan Bahasa Inggris)

5. Memiliki IPK minimal 2,75 pada jenjang S1

6. Memiliki kemampuan Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya yang dibuktikan dengan sertifikat

7. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan Madrasah (NUPTK) atau Nomor Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NPK), diutamakan yang sudah sertifikasi

8. Usia maksimal 43 tahun, terhitung per tanggal 31 Desember 2019.

=======================================================================
Pendaftaran 13 Juni - 26 Juli 2019

Pendaftaran secara online melalui link: https://seleksi.um.ac.id/pasca/index.php?act=login

http://bit.ly/JuknisBeasiswaS2 (Link Juknis)

Seleksi Administrasi 29 - 30 Juli 2019

Pengumuman Seleksi Administrasi 5 - 6 Agustus 2019

Pengumuman 23 Agustus 2019



Resume Tentang Akreditasi IABEE (Indonesian Accreditation Board for Engineering Education)

IABEE merupakan sebuah organisasi independen nirlaba yang didirikan sebagai bagian dari lembaga Persatuan Insinyur Indonesia (PII) untuk menumbuhkembangkan budaya mutu dalam pengelolaan pendidikan tinggi di bidang teknik dan computing. Badan ini sedang dalam tahapan untuk menjadi anggota signatory Washington Accord (WA), yang merupakan kerjasama antar lembaga akreditasi pendidikan keteknikan yang sangat berpengaruh di dunia. Secara umum, program studi yang dapat diakreditasi oleh IABEE adalah program yang telah menerapkan kurikulum dengan pendekatan Outcome Based Education (OBE) dan telah terakreditasi oleh BAN-PT.



IABEE akan menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia, karena setelah diakui oleh WA akan menjadi lembaga akreditasi bertaraf internasional satu-satunya di Indonesia, sejajar dengan lembaga-lembaga akreditasi ABET (Amerika Serikat), JABEE (Jepang), dan sebagainya. Lulusan program studi yang terakreditasi oleh IABEE akan diakui kesetaraannya oleh negara yang menjadi anggota WA.

IABEE diakui di Indonesia oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sebagai badan yang bertanggungjawab terhadap akreditasi program-program studi yang memberikan gelar sarjana akademik di bidang teknik dan computing. Akreditasi Nasional oleh BAN-PT/LAM-PT bersifat wajib bagi program studi sesuai dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia, sedangkan akreditasi bertaraf internasional oleh IABEE bersifat pilihan.

Perbedaan IABEE dengan BAN PT:


Proses Akreditasi IABEE

Proses evaluasi IABEE secara umum dilaksanakan melalui pemeriksaan seksama terhadap dokumen LED Prodi yang diserahkan secara online, serta terhadap hasil-hasil Kajian Visitasi (KS). IABEE menerapkan empat jenis evaluasi Prodi, yakni:

  1. Evaluasi Umum
  2. Evaluasi Interim dengan Kajian Visitasi
  3. Evaluasi Interim tanpa Kajian Visitasi
  4. Evaluasi Provisional

Evaluasi Umum mengukur kesesuaian Prodi terhadap seluruh butir evaluasi yang tercakup dalam ABEA dan KA.

Kriteria Umum Akreditasi IABEE


Kriteria 1. Orientasi Kompetensi Lulusan

  • Program Studi harus menginformasikan kepada mahasiswa dan dosen tentang profil profesional mandiri yang diharapkan dan mempublikasikannya secara luas.
  • Program Studi harus menetapkan capaian pembelajaran yang diharapkan, yang terdiri dari kemampuan untuk memanfaatkan pengetahuan, keterampilan, sumber daya dan sikap sebagaimana dijelaskan dalam butir (a) hingga (j) berikut yang harus dikuasai oleh mahasiswa pada saat lulus.

  1. Kemampuan menerapkan pengetahuan matematika, ilmu pengetahuan alam dan/atau material, teknologi informasi dan keteknikan untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh tentang prinsip-prinsip keteknikan.
  2. Kemampuan mendesain komponen, sistem dan/atau proses untuk memenuhi kebutuhan yang diharapkan didalam batasan-batasan realistis, misalnya hukum, ekonomi, lingkungan, sosial, politik, kesehatan dan keselamatan, keberlanjutan serta untuk mengenali dan/atau memanfaatkan potensi sumber daya lokal dan nasional dengan wawasan global.
  3. Kemampuan mendesain dan melaksanakan eksperimen laboratorium dan/atau lapangan serta menganalisis dan mengartikan data untuk memperkuat penilaian teknik.
  4. Kemampuan mengidentifikasi, merumuskan, menganalisis dan menyelesaikan permasalahan teknik.
  5. Kemampuan menerapkan metode, keterampilan dan piranti teknik yang modern yang diperlukan untuk praktek keteknikan.
  6. Kemampuan berkomunikasi secara efektif baik lisan maupun tulisan
  7. Kemampuan merencanakan, menyelesaikan dan mengevaluasi tugas didalam batasan-batasan yang ada.
  8. Kemampuan bekerja dalam tim lintas disiplin dan lintas budaya.
  9. Kemampuan untuk bertanggung jawab kepada masyarakat dan mematuhi etika profesi dalam menyelesaikan permasalahan teknik.
  10. Kemampuan memahami kebutuhan akan pembelajaran sepanjang hayat, termasuk akses terhadap pengetahuan terkait isu-isu kekinian yang relevan.

Kriteria 2. Pelaksanaan Pembelajaran

Kurikulum
  • Kurikulum harus mencakup bidang-bidang berikut:
    • Matematika dan ilmu pengetahuan alam yang terkait program
    • Ilmu dan teknologi rekayasa yang terkait program
    • Teknologi informasi dan komunikasi
    • Desain teknik dan eksperimen berbasis masalah
    • Pendidikan umum, mencakup moral, etika, sosial budaya, lingkungan, dan manajemen
  • Pengembangan kurikulum harus mempertimbangkan masukan dari para pemangku kepentingan
  • Kurikulum harus memperlihatkan hubungan struktural dan kontribusi mata kuliah dalam memenuhi capaian pembelajaran. Prosedur, termasuk silabus, harus dibuat dan didokumentasikan sehingga proses pembelajaran yang diharapkan dapat diterapkan secara terkendali.
  • Kurikulum harus disiapkan untuk memastikan bahwa mahasiswa memperoleh pengalaman praktek keteknikan dan proyek perancangan utama menggunakan standar-standar keteknikan dan batasan-batasan realistis berdasarkan pada pengetahuan dan ketrampilan yang telah diperoleh di perkuliahan sebelumnya.

Dosen
  • Program Studi harus menyediakan dosen dengan jumlah, kualifikasi dan kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembelajaran, mencakup perencanaan, penyampaian, evaluasi, dan peningkatan efektivitasnya secara berkesinambungan dalam rangka memenuhi capaian pembelajaran.
  • Program Studi harus memastikan bahwa dosen menyadari relevansi dan pentingnya peranan dan kontribusi mereka terhadap capaian pembelajaran.

Mahasiswa dan Suasana Akademik
  • Program Studi harus menetapkan dan melaksanakan standar masuk untuk mahasiswa baru dan pindahan, maupun penyetaraan kreditnya.
  • Program Studi harus menetapkan dan melaksanakan pemantauan kemajuan mahasiswa dan mengevaluasi kinerja mahasiswa secara berkesinambungan. Prosedur penjaminan mutu harus ditetapkan untuk memastikan agar kecukupan standar dicapai dalam semua penilaian.
  • Program Studi harus menciptakan dan menjaga suasana akademik yang kondusif untuk pembelajaran yang berhasil.
  • Program Studi harus mendorong kegiatan-kegiatan ko-kurikuler untuk pembangunan karakter dan meningkatkan kesadaran mahasiswa akan kebutuhan negerinya.

Fasilitas
  • Program Studi harus memastikan ketersediaan dan aksesibilitas fasilitas agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan memenuhi capaian pembelajaran.

Tanggung Jawab Institusi
  • Program Studi harus menetapkan dan mengelola proses pelayanan pendidikan, meliputi desain pendidikan, pengembangan dan pelaksanaan kurikulum, penilaian pembelajaran, dan layanan pendukung.
  • Institusi harus mengupayakan terbangunnya sumber daya, layanan pendukung dan kerjasama dengan pemangku kepentingan dalam penelitian, pendidikan dan/atau layanan kepada masyarakat dengan mempertimbangkan sumber daya lokal yang ada.


Kriteria 3. Penilaian Capaian Pembelajaran yang Diharapkan



 Kriteria 4. Perbaikan Berkesinambungan




Dengan maksud untuk meningkatkan mutu dan mendorong program studi agar lulusannya mendapat pengakuan internasional, serta untuk mendukung program World Class University, maka Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti memberikan bantuan dana subsidi biaya akreditasi secara kompetitif kepada program studi yang memenuhi persyaratan untuk diakreditasi oleh IABEE.



Secara lebih detail seperti berikut ini:


# Criteria / Review Item
1 Berorientasi Pada Kompetensi Lulusan
1.1. Program Studi harus mendefinisikan profil lulusan untuk dipertimbangkan sebagai profesional otonom dengan mempertimbangkan potensial dalam negri, sumber daya alam, budaya, kebutuhan, dan keminatan
Apakah program menetapkan dengan jelas definisi profil profesional otonom, mempertimbangkan potensial lokal dan nasional, kebijaksanaan, kebutuhan, dan keminatan, dan tetap pada tradisi, visi, misi institusi yang mengoperasikan program studi?
Apakah program studi menerapkan sistem yang efektif atau membuat pertimbangan dan mereview profesional otonom, yang melibatkan stakeholder dari program?
1.2. Program harus memberi tahu siswa dan fakultasnya dengan profil profesional otonom yang dibayangkan dan mempublikasikannya secara luas
Apakah program studi dan anggota fakultas memahami profil profesional otonom dan apakah profil tersebut dapat diakses oleh publik secara umum?
1.3. Program harus menetapkan Hasil Belajar yang diharapkan yang terdiri dari kemampuan untuk memanfaatkan pengetahuan, keterampilan, sumber daya dan sikap seperti yang dijelaskan dalam butir (a) sampai (j) dari Kriteria Umum yang akan diperoleh siswa pada saat penyelesaian studi. .
Sudahkah Program menetapkan Hasil Belajarnya sendiri, dengan mempertimbangkan profil Profesional Otonomi yang dibayangkan?
Apakah Hasil Pembelajaran Program mencakup kompetensi standar berikut, butir (a) hingga (j), dengan cara yang dapat diidentifikasi dengan jelas? (Isi item berikut - jangan masukkan di baris ini)
(a) kemampuan untuk menerapkan pengetahuan matematika, ilmu alam dan / atau material, teknologi informasi dan teknik untuk memperoleh pemahaman komprehensif tentang prinsip-prinsip teknik
(B) kemampuan untuk merancang komponen, sistem, dan / atau proses untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan dalam kendala realistis dalam aspek-aspek seperti hukum, ekonomi, lingkungan, sosial, politik, kesehatan dan keselamatan, keberlanjutan serta untuk mengenali dan / atau memanfaatkan potensi sumber daya lokal dan nasional dengan perspektif global
(C) Kemampuan untuk merancang dan melakukan percobaan laboratorium dan / atau lapangan serta untuk menganalisis dan menafsirkan data untuk memperkuat penilaian teknik
(D) Kemampuan untuk mengidentifikasi, merumuskan, menganalisis, dan memecahkan masalah teknik
(E) Kemampuan untuk menerapkan metode, keterampilan dan alat-alat teknik modern yang diperlukan untuk praktik rekayasa
(f) Kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dalam perilaku lisan dan tertulis
(g) kemampuan untuk merencanakan, menyelesaikan, dan mengevaluasi tugas di bawah batasan yang diberikan
(h) kemampuan untuk bekerja dalam tim multidisiplin dan multikultural
(i) kemampuan untuk bertanggung jawab dan bertanggung jawab kepada masyarakat dan mematuhi etika profesional dalam menyelesaikan masalah teknik
(j) kemampuan untuk memahami kebutuhan akan pembelajaran seumur hidup, termasuk akses ke pengetahuan yang relevan tentang isu-isu kontemporer
1.3. Program harus menetapkan Hasil Belajar yang diharapkan yang terdiri dari kemampuan untuk memanfaatkan pengetahuan, keterampilan, sumber daya dan sikap seperti yang dijelaskan dalam butir (a) sampai (j) dari Kriteria Umum yang akan diperoleh siswa pada saat penyelesaian studi. .
Apakah serangkaian indikator kinerja dan metode penilaian yang relevan telah ditetapkan dengan tepat untuk setiap hasil pembelajaran Program?
Do the Learning Outcomes take into account the Discipline Criteria and Category Criteria ?
Are students and faculty members knowledgeable of the Program Learning Outcomes, and are the Learning Outcomes accessible to the general public ?







4 Tanda Amal Ibadah Kamu Diterima oleh Allah

Tulisan ini dibuat berdasarkan materi khutbah Jumat di masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tanggal 17 Mei 2019.

Sahabat, selama hidup ini, entah sudah berapa kali kita melakukan amal ibadah kepada Allah SWT. Baik itu sholat, puasa, zakat, sedekah, haji, dan lain sebagainya. Khususnya di bulan romadhon ini, Amal ibadah kita meningkat dan bertambah banyak. Namun, apakah semua amal ibadah yang telah kita lakukan itu diterima oleh Allah?


Berikut ini adalah tanda-tanda amal ibadah kamu diterima Allah:


1. Ikhlas disertai rasa khawatir kalau amal ibadah kamu tidak diterima Allah.

Selain ikhlas, hadirnya rasa khawatir dalam beribadah adalah suatu pertanda baik yang akan memacu anda untuk terus belajar, berhati-hati dan lebih meningkatkan kualitas ibadah. Jika tidak ada kekhawatiran kalau amal ibadahnya akan tertolah, hal itu dapat membuat seseorang cepat puas dengan ibadahnya, cenderung tidak berhati-hati, meremehkan, dan bahkan tidak ada peningkatan dalam khalitas ibadah dan pembelajarannya.

2. Merasa amal ibadah yang sudah kamu lakukan itu kecil.

Tanda kedua ketika amal ibadah kita diterima oleh Allah adalah ketika kita merasa kecil dengan ibadah yang telah kita lakukan. Ketika kita merasa amal ibadah kita sudah besar, hal itu merupakan tanda-tanda bahaya akan ditolaknya amal ibadah kita. Bisa jadi hal itu adalah tanda kalau kita telah sombong, kemudian enggan meningkatkan amal ibadah kita. Bisa jadi juga hal itu adalah tanda kalau kita kurang bersyukur atas besarnya nikmat Allah yang telah Allah anugerahkan kepada kita. 

Sebesar dan sebanyak apapun amal ibadah kita, itu belum apa-apanya bila dibandingkan dengan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Olehkarena itu, jika kita merasa kalau amal ibadah kita masih kecil, terlalu kecil, justru itu adalah tanda-tanda yang baik jika amal ibadah kita diterima oleh Allah. 

 Selain itu, jika kita merasa amal ibadah kita kecil, kita akan memiliki motivasi untuk meningkatkan amal ibadah kita di kemudian hari.

3. Kamu mencintai orang-orang yang berbuat baik dan kamu membenci orang-orang yang berbuat buruk.

Ciri ketiga dari diterimanya amal ibadah kita adalah, timbulnya rasa cinta kepada orang-orang yang berbuat baik, dan rasa benci kepada orang-orang yang berbuat buruk. 

4. Kamu dimudahkan dalam berbuat baik dan dipersulit ketika ingin berbuat buruk

Pernahkah di hati kita terbesit untuk berbuat sesuatu hal yang buruk (maksiat) kemudian, disaat kita ingin melakukannya, entah bagaimana, selalu saja ada hambatan? Misalnya saja disaat kita ingin mencontek, berbuat curang saat ujian, ada aja halangannya. Itu adalah pertanda baik bahwa amal ibadah kamu diterima oleh Allah SWT. Sehingga Allah melindungi mu dari berbuat buruk.

Lain halnya jika ketika kamu berniat ingin berbuat buruk, kemudian kamu dengan enjoy dan lancarnya dapat melakukan niat buruk mu. Jangan-jangan itu pertanda kalau amal ibadahmu selama ini belum diterima oleh Allah SWT.



Ditulis oleh: Muhammad Galih Wonoseto

Masyarakat Madani

Masyarakat Madani

Oleh Ahmad Zia Khakim, SH
(Pegiat Darwis Foundation)


Diskursus tentang masyarakat madani (Civil Society) erat kaitannya dengan bahasan penyelenggara negara. Orang yang pertama kali membicarakan tentang “pemerintahan sipil” (Civilian  government) adalah filsuf Inggris, John Locke dalam bukunya Civilian Government pada tahun 1690. Buku tersebut mempunyai misi menghidupkan peran masyarakat dalam menghadapi kekuasaan mutlak para raja dan hak-hak istimewa para bangsawan.

Dalam misi pembentukan pemerintahan sipil tersebut John Locke membangun pemikiran otoritas rakyat untuk merealisasikan kemerdekaan dari kekuasaan elite yang memonopoli kekuasaan dan kekayaan. John locke berpendapat bahwa semuanya itu dapat direalisasikan melalui demokrasi parlementer Dalam hal ini, keberadaan parlemen sebagai wakil rakyat dan pengganti otoritas raja.
Setelah john locke di perancis muncul J.J Rousseau, yang dikenal dengan bukunya The Social Contract (1762) dalam bukunya tersebut membicarakan tentang pemikiran otoritas rakyat dan perjanjian politik yang harus dilaksanakan antara manusia dan kekuasaan.

John Locke dan Rousseau membuka jalan pemberontakan terhadap dominasi kekuasaan dan kesewenang-wenangan yang akhirnya melahirkan revolusi Perancis pada 1789 dan memasyarakatkan kesadaran baru, Sehingga pada awal abad XIX muncul pemikiran-pemikiran Masyarakat Madani akhirnya menjadi symbol bagi realitas yang dipenuhi dengan berbagai control yang bersifat fakultatif, yang mencangkup  banyak partai, kelompok, himpunan, ikatan dan lain sebagainya dari berbagai corak diluar struktur kekuasaan yang mengekspresikan kehadiran rakyat yang mana hal itu megakibatkan didirikannya berbagai macam lembaga swasta dalam masyarakat untuk mengimbangi terhadap lembaga kekuasaan.

Para pendiri negara Indonesia sejak awal telah bersepakat untuk menciptakan masyarakat Madani, hal ini terbukti dengan dituangkannya pemikiran tersebut dalam beberapa pasal UUD 1945 seperti prinsip kedaulatan rakyat (Pasal 1 ayat 2) kebebasan berserikat, berkumpul, mengeluarkan pendapat (Pasal 28) persamaan di depan hukum dan pemerintahan (pasal 27) system negara hukum (penjelasan UUD 1945) demokrasi ekonomi (Pasal 33) dst.

Ketentuan-ketentuan konstitusional diatas ternyata selama 30 tahun lebih tidak terelalisasi sebagaimana mestinya dengan runtuhnya Orde lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi yang menimbulkan harapan baru dari sebagian masyarakat Indonesia bahwa kebangkitan dan pertumbuhan masyarakat madani telah tiba. Sehubungan dengan hal tersebut muncullah berbagai perbincangan gagasan seputar sistem perekonomian yang baik dan demokratis, sehingga masyarakat tidak bergantung pada pemerintah (pasal 33 UUD 1945) faktor kecerdasan bangsa (kualitas intelektual) sehingga mampu menumbuhkan komitmen masyarakat untuk bersikap independen (alinea IV Pembukaan UUD 1945 tentang tujuan negara)  kemudian terwujudnya kedaulatan rakyat dan strategi demokratisasi (Pasal 1 ayat 2 UUD 1945).

Maka kemudian penulis berharap agar kaum intelektual/cendekiawan dapat memerankan diri sebagai aktor utama dalam proses perubahan sosial politik, karena fungsi sosial setiap cendekiawan ialah bertindak sebagai penyampai gagasan di dalam struktur masyarakat madani dan sebagai penghubung pemerintah dan masyarakat, Dengan kadar keilmuan kaum cendekiawan menjadi harapan di kehidupan bermasyarakat yang sangat dinamis sehingga mampu mengarahkan masyarakat kepada negara yang ideal (baldatun toyyibatun warobbun ghofur). tentang masyarakat madani (Civil Society) erat kaitannya dengan bahasan penyelenggara negara. Orang yang pertama kali membicarakan tentang “pemerintahan sipil” (Civilian  government) adalah filsuf Inggris, John Locke dalam bukunya Civilian Government pada tahun 1690. Buku tersebut mempunyai misi menghidupkan peran masyarakat dalam menghadapi kekuasaan mutlak para raja dan hak-hak istimewa para bangsawan.

Dalam misi pembentukan pemerintahan sipil tersebut John Locke membangun pemikiran otoritas rakyat untuk merealisasikan kemerdekaan dari kekuasaan elite yang memonopoli kekuasaan dan kekayaan. John locke berpendapat bahwa semuanya itu dapat direalisasikan melalui demokrasi parlementer Dalam hal ini, keberadaan parlemen sebagai wakil rakyat dan pengganti otoritas raja.
Setelah john locke di perancis muncul J.J Rousseau, yang dikenal dengan bukunya The Social Contract (1762) dalam bukunya tersebut membicarakan tentang pemikiran otoritas rakyat dan perjanjian politik yang harus dilaksanakan antara manusia dan kekuasaan.

John Locke dan Rousseau membuka jalan pemberontakan terhadap dominasi kekuasaan dan kesewenang-wenangan yang akhirnya melahirkan revolusi Perancis pada 1789 dan memasyarakatkan kesadaran baru, Sehingga pada awal abad XIX muncul pemikiran-pemikiran Masyarakat Madani akhirnya menjadi symbol bagi realitas yang dipenuhi dengan berbagai control yang bersifat fakultatif, yang mencangkup  banyak partai, kelompok, himpunan, ikatan dan lain sebagainya dari berbagai corak diluar struktur kekuasaan yang mengekspresikan kehadiran rakyat yang mana hal itu megakibatkan didirikannya berbagai macam lembaga swasta dalam masyarakat untuk mengimbangi terhadap lembaga kekuasaan.

Para pendiri negara Indonesia sejak awal telah bersepakat untuk menciptakan masyarakat Madani, hal ini terbukti dengan dituangkannya pemikiran tersebut dalam beberapa pasal UUD 1945 seperti prinsip kedaulatan rakyat (Pasal 1 ayat 2) kebebasan berserikat, berkumpul, mengeluarkan pendapat (Pasal 28) persamaan di depan hukum dan pemerintahan (pasal 27) system negara hukum (penjelasan UUD 1945) demokrasi ekonomi (Pasal 33) dst.

Ketentuan-ketentuan konstitusional diatas ternyata selama 30 tahun lebih tidak terelalisasi sebagaimana mestinya dengan runtuhnya Orde lama, Orde Baru, dan Orde Reformasi yang menimbulkan harapan baru dari sebagian masyarakat Indonesia bahwa kebangkitan dan pertumbuhan masyarakat madani telah tiba. Sehubungan dengan hal tersebut muncullah berbagai perbincangan gagasan seputar sistem perekonomian yang baik dan demokratis, sehingga masyarakat tidak bergantung pada pemerintah (pasal 33 UUD 1945) faktor kecerdasan bangsa (kualitas intelektual) sehingga mampu menumbuhkan komitmen masyarakat untuk bersikap independen (alinea IV Pembukaan UUD 1945 tentang tujuan negara)  kemudian terwujudnya kedaulatan rakyat dan strategi demokratisasi (Pasal 1 ayat 2 UUD 1945).

Maka kemudian penulis berharap agar kaum intelektual/cendekiawan dapat memerankan diri sebagai aktor utama dalam proses perubahan sosial politik, karena fungsi sosial setiap cendekiawan ialah bertindak sebagai penyampai gagasan di dalam struktur masyarakat madani dan sebagai penghubung pemerintah dan masyarakat, Dengan kadar keilmuan kaum cendekiawan menjadi harapan di kehidupan bermasyarakat yang sangat dinamis sehingga mampu mengarahkan masyarakat kepada negara yang ideal (baldatun toyyibatun warobbun ghofur).

Menimbang Presiden Pilihan “Last Minute”

Oleh: Ahmad Zia Khakim, S.H.

Presiden PIR 34


Sebelum-sebelumnya tidak pernah panggung pemilihan presiden begitu riuh dan panas seperti sekarang, agama menjadi sorotan paling tajam pasalnya keterlibatanya para Ulama’/ Pemuka agama di kubu kosong satu maupun kosong dua, keduanya memiliki peran untuk mendongkrak para pemillih umat islam Indonesia yang notabennya penduduk nomer satu secara kuantitas, selain itu Jokowi dan Prabowo telah membelah masyarakat secara diametral: “kami” dan “kamu”. 

Polarisasi kian menghebat di penghujung tanggal 17 April 2019, jejaring media sesak dengan infomasi saling membanggakan dan unjuk kekuatan masing-masing kandidat, Facebook, Twitter, youtube, Part dan Instagram, line, menjadikan ruang media sebagai medan pertempuran akhir di last minute pertandingan tak kenal waktu dan tempat. Setiap detik, setiap menit, 24 jam sehari, nitizen-warga dunia maya dari berbagai penjuru meneriakkan pendapat: dukungan, pujian, kritikan, cacian, hinaan, bahkan fitnah. Informasi dan disinformasi memenuhi udara. Publik mungkin sudah menetapkan hati perihal kandidat yang akan mereka pilih setidaknya ancar-ancar tapi dasarnya tak melulu akal sehat dan informasi tepat. 

Membedah kandidat dari berbagai sisi, harus diakui, tak satupun calon memenuhi syarat sebagai pemimpin yang ideal, tak ada paket pemimpin yang komplet bervisi jauh ke depan, komunikator andal berkarisma, dan eksekutor tangguh di segala lini. Pemimpin ideal seperti itu tidak ada, mungkin tidak pernah ada. 

Prabowo Subianto, misalnya ditabalkan pendukungnya sebagai orator ulung, Ia mungkin berhasil memotret dirinya sebagai pemimpin yang tegas. Tapi ia tidak pernah mempraktekkan sikap tegas itu dalam sebuah birokrasi sipil yang plural dan kompleks. Ia dicibir sebagai pemimpin yang pandai memberi instruksi, Let’s See. Apakah benar? 

Tak sedikit, Jedral yang menjadi kepala negara. Sebagian mereka menempuhnya melalui jalur kudeta militer. Namun ada juga jendral yang menuju kursi kekuasaan dengan proses demokratis. misalnya Dwight D. Eisenhower, yang memimpin Colombia University sebelum menjadi Presiden Amerika Serikat pada 1953, dan juga Franklin D. Roosevelt. Sebelum terpilih sebagai Presiden Amerika, 1933, Roosevelt adalah Gubernur New York. 

Adapula yang menyayangkan Prabowo cenderung menggampangkan sesuatu persoalan. Berulang kali dalam forum debat calon presiden ia menyatakan akan menyediakan banyak uang untuk masyarakat desa, menyejahterkan mereka, menyediakan pekerjaan, mencetak sawah dan lain-lain. Ia tak pernah mengelaborasikan janji-janji itu ditepati; dari mana triliunan uang yang ia butuhkan nanti akan ia peroleh. Ia mengatakan akan menambal kebocoran uang negara,akan tetapi ia di lain sisi melupakan bahwa sebagian besar partai politik yang bergabung dalam koalisi yang ia bangun adalah partai yang kadernya bahkan pernah terlibat korupsi. 

Belum lagi jika kita berbicara tentang konsolidasi pemerintahan di Surabaya kemarin, dengan spectrum partai dan pendukung yang terbentang lebar dari Partai Keadilan Sejahtera yang puritan hingga Partai Amanat Nasional yang mengklain pluralis, perjumpaan dengan berbagai tokoh di detik-detik terkahir cukup menjadi sorotan tajam bagi para nitizen di Indonesia. Bagitu banyak kalangan juga mempertanyakan apakah nanti ketika prabowo jadi mampu melindungi umat Bergama selain Islam akan sulit terwujud? dikarenakan di barisan sang Jendral sadar atau tidak sadar, ada organisasi kemasyarakatan Front Pembela Islam. 

Mari kita menengok Joko Widodo. Calon Presiden bernomer urut kosong sau ini sering dikritik kurang artikulatif. Pidatonya tidak berapi-api, terlalu teknis, dan kerap disebut kurang bervisi besar. Jokowi dianggap lebih cocok sebagai manajer atau pelaksana tugas dilapangan ketimbang Presiden. Ia tidak pandai menyampaikan gagasan. Ia bukan pemikir yang piawai menelurkan ide-ide. 

Namun pengalaman teknis yang dianggap sebagai kelemahan Jokowi ini sebetulnya merupakan kelebihan yang susah ditandingi Prabowo. Jokowi telah membuktikan dirinya sebagai wali kota solo 2005 banyak perubahan hingga menghantarkan menjadi gubernur DKI Jakarta pada 2012. Bersama Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, Jokowi menggebrak pola kepemimpinan yang tidak biasa, dengan Blusukan menjadi jurus utama. Hingga terpilih sebagai Presiden RI di 2014 

Bilik suara 17 April adalah penentuan terkahir, sudah semestinya presiden yang terpilih menyadari betul bahwa masyarakat tidak boleh terus menerus dibiarkan terbelah menjadi “kami” dan “kamu”. Tugas Presiden terpilih selanjutnya pertama adalah mengembalikan dan menyatukan masyarakat seperti semula yang selama ini sudah terpecah belah. 

Mari kita berbondong-bondong ke TPS 17 April 2019 membawa harapan perubahan dengan cara mencoblos pilihanmu. 

Ahmad Zia Khakim
Penulis buku Bunga Rampai Revolusi Peradaban penerbit Deepublish, 2017