Darurat Plastik dan Idhul Adha sepanjang Zaman

Oleh Ahmad zia Khakim, S.H
(Rektor Darwis University)

Indonesia menjadi negara terbesar ke-2 di dunia yang membuang sampah plastik ke lautan. Konsumsi plastik di Indonesia per kapita sudah mencapai 17 kilogram per tahun dengan pertumbuhan konsumsi mencapai 6-7 persen per tahun. “Sampah plastik ini dapat berubah menjadi mikroplastik yang dapat terapung di lautan dengan ukuran lebih kecil dari 1 mikron, sumber penelitian Kimia LIPI,
Bahan ini menjadi berbahaya bila masuk ke dalam rantai makanan melalui ikan, biota laut, hingga masuk ke dalam tubuh manusia. Selama ini, kata Agus, plastik banyak membantu kehidupan manusia menjadi lebih praktis, karena sifatnya yang lebih ringan, awet dan murah dibandingkan dengan kayu, kertas ataupun logam. 


Namun penggunaan plastik yang berlebihan, misalnya untuk kemasan pangan, peralatan rumah tangga ataupun mainan anak-anak, dapat mengganggu kesehatan dan kelestarian lingkungan hidup karena sifat plastik yang sulit terurai secara alami. “Plastik terbuat dari minyak bumi melalui proses polimerisasi dimana ikatan kimia pada polimer itu sangat kuat dan sulit untuk diputuskan, membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk dapat mengurai sampah plastik yang ada di alam. Menjadi semakin sulit akibat penambahan berbagai bahan kimia lain seperti plasticizer (pelentur), antioksidan, stabilizer ataupun aditif lain, penggunaan plastik yang tidak benar dan tidak sesuai dengan kegunaannya bisa berpotensi membahayakan kesehatan manusia. Berbagai jenis bahan kimia tambahan serta monomer tersisa yang tak bereaksi pada plastik bisa menyebabkan berbagai bahaya kesehatan seperti penyakit kanker, gangguan reproduksi, radang paru-paru dan lain sebagainya, 
Majelis Ulama Indonesia mengajak umat Islam untuk memanfaatkan momentum Idul Adha sebagai langkah awal mengurangi penggunaan plastik. MUI juga mengimbau pemerintah mendukung karya inovatif masyarakat dalam mengurangi plastik. MUI menilai mengurangi langkah plastik adalah langkah baik sebagai warga negara dan sebagai hamba Allah SWT dengan tidak merusak alam.
Sebagai warga negara dan sebagai hamba Allah, kita dilarang merusak alam dan lingkungan hidup kita sendiri. Karena itu mari lingkungan hidup kita ini kita jaga dan salah satunya dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menurut  Sekretaris Jenderal MUI Buya Anwar Abbas Menurutnya, kantong plastik sekali pakai akan merusak lingkungan. Dia pun mengajak pemerintah di berbagai daerah mengeluarkan imbauaun tidak memakai plastik sebagai wadah daging kurban pada saat Idul Adha nanti.

Sebelumnya, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Hasanuddin Abdul Fattah mengimbau aksi pengurangan sampah plastik bisa dimulai sejak pelaksanaan Idul Adha. Melalui Masjid-Masjid yang menggunakan plastik ramah lingkungan atau bahan non plastik, maka masyarakat sekitar Masjid akan ketularan melakukan hal serupa.

Momen Idul Adha ini bisa menjadi cikal-bakal mulainya penggunaan plastik yang ramah lingkungan. Terutama untuk merubah kultur masyarakat yang tidak bisa lepas dari kantong plastik, Saat ini, pemakaian kantong plastik memang masih sangat masif di tengah masyarakat. Untuk itu, bila sudah ada inovasi dalam membuat plastik ramah lingkungan, maka sebaiknya harus dikembangkan di secara nasional dan didukung pemerintah agar segera menjadi budaya ditengah – tengah masyarakat kita, pemakaian plastik di kehidupan sehari-hari merupakan salah satu yang paling membuat kerusakan alam, khususnya tanah. Inovasi seperti ini sangat amat penting karena aturan selama ini aturan plastik berbayar di beberapa tempat belanja tidak menimbulkan perubahan besar.

Masyarakat, harus ikut andil dengan sadar mengamankan masa depan ekologi dunia dan Indonesia dari pencemaran yang tidak bertanggung jawab, mari kita kampanyekan dan agendakan dimasing-masing masjid dan lingkungan masyarakat kita agar ramah lingkungan di momentum idhul adha, maka dapat ditarik kesimpulannya yaitu Sebagai Masyarakat pengguna plastik di kehidupan sehari - harinya dapat dikurangi mulai sekarang dengan 5K ( Kebersihan, Kesehatan, Kenyaman, Kedisiplinan, dan Ketertiban) supaya tidak menimbulkan dampak yang berbahaya lagi bagi Lingkungan, selamat menunaikan ibadah haji dan Idhul Adha 1440 H bagi umat muslim diseluruh dunia. Salam lestari!

20 Mutiara Hikmah Alm. Mbah Maimoen Zubair

Berikut ini 20 Mutiara Hikmah Alm. Mbah Maimoen Zubair


1. Wong Yahudi iku biyen gelem mulang angger dibayar , tapi akehe kiyai saiki ngalor ngidul karo rokoan ora gelem mulang nak ora dibayar, gelem mulang angger dibayar. (Orang Yahudi dulu mau mengajar kalau dikasih uang, tetapi kebanyakan kyai sekarang mondar-mandir sambil rokoan tidak mau mengajar kalau tidak dikasih uang).

2. Wong neng dunyo iku ono bungahe lan ono susahe, kabeh iku supoyo biso dadek’ake parek marang Allah, Tapi nak neng akhirat nak susah susah tok rupane nang neroko, tapi nak seneng yo seneng tok rupane neng suargo (Orang di dunia itu ada yang senang dan ada yang susah. Semua itu supaya bisa mendekatkan diri kepada Allah, tetapi kalau di akhirat susah terus yaitu ketika di Neraka, dan senang terus ketika di Surga).

3. Kanggone wong islam nak susah yo disabari nak bungah disyukuri. (Untuk orang Islam ketika susah disabari dan ketika senang disyukuri).

4. Apik-apik’e dunyo iku nalikone pisah antarane apik lan olo. Sakwali’e, elek-elek’e dunyo iku nalikone campur antarane apik lan olo. Mulane apik iku kanggone wong islam, lan elek iku kanggone wong kafir. (Bagusnya dunia itu ketika pisah antara bagus dan jelek, sebaliknya jeleknya dunia itu ketika campur antara bagus dan jelek).

5. Apik-apik’e wong iku taqwo marang Allah yoiku ora ngelakoni doso mboh iku doso cilik utowo doso gede kabeh iku di tinggal. (Bagus-bagusnya orang itu ialah orang yang bertaqwa, yaitu tidak mau melakukan dosa, baik dosa kecil maupun besar semuanya ditinggal).


6. Zaman akhir iku senengane podo ngatur pangeran. yaiku podo akeh-akehan istighozahan koyo-koyo demo marang pangeran. (Zaman akhir itu banyak orang yang mendemo tuhan yaitu dengan cara Istighozah, seolah-olah seperti mengatur tuhan).

7. Ngandikone bapakku :حََِفَط َشُيئا وغا بت عنه ا شياءakehe wong iku ngertine pekoro siji liyane ora ngerti koyo dene wong haji ngertine mong bab kaji, pembangunan masjid yo iku tok, ora ngerti bahwa sodakoh iku yo ono wong miskin mbarang. (Ayah saya pernah mengatakan bahwa banyak orang yang tahu perkara satu tetapi yang lain tidak diketahui, seperti halnya orang tahunya hanya bab haji saja, atau shodaqoh pembangunan masjid saja, tetapi tidak tau bahwa sodaqoh itu juga ada yang buat fakir miskin).

8. Nak wong ahli toriqoh utowo ahli tasawuf iku ora ono bedone doso iku gege utowo cilik podo bae kabeh didohi.(Kalau orang Ahli Toriqoh atau Tsawuf tidak ada bedanya dosa itu baik besar atau kecil semuanya ditinggalkan).

9. Wong iku seng apik ora kena nyepeleake doso senajan cilik, lan ora keno anggak karo amal senajan akeh amale.(Orang itu yang bagus ialah tidak menyepelekan dosa meskipun kecil dan tidak sombong ketika punya amal meskipun banyak).

10. Dunyo iku dadi tepo tulodone neng akhiratمرءاةفي الاخرة الدنيا (Dunia itu menjadi contoh atau cermin diakhirat).

11. Ngalamate Qiamat iku angger wong tani iku wes aras-arasen tani, mergo untunge iku sitik. (Termasuk tanda Qiyamat itu orang sudah malas untuk bertani, karena untungnya sedikit).

12. Gusti Allah iku gawe opo bae mergo sebab awae dewe 'kembang seberat mekar dewe'. (Allah itu membuat apa saja sebab diri sendiri 'Bunga berat berkembang sendiri').

13. Nabi bersabda : انكم ستمصرون امصا را seng artine kuwe kabeh ko bakal gawe kota dewe-dewe. (Wong sugih iku ko bakal gawe kota dewe-dewe, wong mlarat iku podo gawe deso dewe-dewe artinya “Bahwasannya nabi telah bersabda yang artinya :Orang kaya itu akan membuat kota sendiri-sendiri, sedangkan orang Miskin nanti akan membuat desa sendiri-sendiri).

14. Endi-endi barang iku bakale ilang. Wong mangan daging eyo bakale ilang, tapi ono seng ora ilang, iyoiku barang seng ora ketok koyo dene ruh, kang ora sebab opo-opo, langsung pepareng soko Allah ora melalui proses.(Semua barang itu akan hilang, orang makan daging juga akan hilang dagingnya, tetapi ada yang tidak hilang yaitu Ruh, ini pemberian lansung dari Allah tanpa proses).

15. Wali iku nak katok iku wes ora disiplin wali, masalahe wali Iku ora keno kanggo conto, asale tingkahe iku selalu nulayani adat. (Yang namanya Wali kalau kelihatan itu sudah tidak disiplin Wali, karena Wali itu tidak boleh dicontah, karena tingkahnya selalu berselisih dengan kebiasaan).

16. Alamate wali iku wes ora biso guneman karo menungso, masalahe wong nak guneman karo menungso iku yo ora biso dzikir karo Allah artinya “Tanda wali itu sudah tidak bisa berkomunikasi dengan manusia karena kalau berdiskusi dengan manusia biasanya tidak bisa dzikir dengan Allah”.

17. Barang yen positif iku ora katon, bisone katon iku angger ono negatif, koyo kuwe biso reti padang yen wes weruh peteng, wong biso ngerti Allah angger wes ngerti liyane Allah. (Sesuatu yang bagus itu tidak kelihatan, dan akan kelihatan ketika ada yang tidak bagus, contoh kamu tau terang kalau sudah gelap, dan kamu tau Allah ketika kamu tau selain Allah).


18. Wong iku yen solat bengi kok ajak-ajak iku berati ora pati ikhlas, masalahe mbengi iku wayah turu, lah wong solat iku kudune soko karepe dewe. (Orang ketika salat malam mengajak-ajak berati itu menandakan tidak begitu ikhlas, karena waktu malam itu waktu istirahat, kalau mau salat memang dari keinginan diri sendiri).

19. Sepiro senenge tangi soko kubur, iku sepiro enakke neng alam akhirat. (Seberapa senangnya orang bangun dari kubur, seberapa senangnya diakhirat).

20. Wong naliko metu soko wetenge simbok iku kudu susah, tapi yen wong metu soko dunyo alias mati iku kudu roso seneng , iki alamate wong seng bakal urip seneng.(Orang ketika keluar dari kandungan sang Ibu harus susah, sedangkan keluar dari dunia yaitu meninggal harus senang ini alamatnya orarang akan senang).

Sumber: ppalanwar.com

Nasihat Nabi Muhammad S.A.W untuk Abdullah ibn Abbas a.a

Oleh Ustadz Sigit Aribowo, Disampaikan dalam Kajian Wali Murid SD Muhammadiyah Tegallayang II.

Jamaah yg dimuliakan Allah,
Dalam kesempatan ini, tidak ada kata kata yg pantas kita ucapkan saat ini melainkan untaian kata dalam rangka syukur kita kepada Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat yang begitu banyak kepada kita, yang kita tidak mampu menghitungnya satu persatu, terutama nikmat hidayah dalam wujud iman yang tertanam di hati kita. Semoga Allah senantiasa menjaga iman tersebut sampai akhir hayat sehingga mencapi akhir yang husnul khatimah.

Tidak lupa sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita, manusia paling mulia di sisi Allah SWT, nabi Muhammad s.a.w, seluruh keluarganya, para sahabatnya, dan setiap manusia yang istiqamah di atas sunnahnya sampai akhir zaman. Aamiin.

Jamaah yg dimuliakan Allah,
Pagi ini saya sangat berbahagia karena bisa hadir di tengah bapak ibu semua dalam keberkahan yg berlapis lapis, berkah tempatnya, berkah majelisnya, karena kita hadir dalam sebuah majelis ilmu. Dan Rasulullah s.a.w menyebutkan setiap langkah yang kita tempuh dalam majelis ilmu mampu menggugurkan dosa dosa kita, meninggikan derajat kita di sisi Allah swt, dan mempermudah jalan kita menuju surga.

semoga duduk kita merupakan taman diantara taman taman surga, tempat Allah mencurahkan rahmatnya, menaungi dengan sayap sayap malaikatnya, menurunkan sakinah dalam hati kita dan menyebut nama kita dengan bangga di depan makhluk makhluknya yg mulia.

Pada kesempatan ini saya akan membahas sebuah nasihat dari Rasulullah s.a.w kepada seorang sahabat mulia. Seorang sahabat nabi s.a.w yang sangat terkenal akan kehebatannya, hebat dalam keilmuanya, kesolehannya, keahliannya, kepemimpinannya. Tingginya ilmu beliau, menjadikan sahabat ini diangkat menjadi staf ahli kekhilafahan di masa Umar bin Khatab r.a. pada umur 15 tahun. Jadi, kalau ada permasalahan yang rumit, Umar bin khatab r.a. berkonsultasi dengan sahabat muda ini. Adakah yg bisa menebak siapa nama sahabat nabi s.a.w ini? Ya, beliau adalah Abdullah ibn Abbas r.a.

Abdullah ibn Abbas r.a. adalah salah satu orang di masa itu yg menggambarkan hebatnya generasi masa itu, hasil didikan Rasulullah s.a.w. Tidak heran kalau Rasulullah s.a.w menyebutkan bahwa generasi para sahabat ini adalah generasi terbaik sepanjang zaman. Dan saya ingin kita semua belajar dari mereka, orang orang mulia ini agar bisa membangun generasi yg soleh, generasi yg akan mengembalikan kejayaan islam seperti dulu lagi. Kejayaan tidak bisa dicapai tanpa pondasi kesolehan yang kokoh.

Abdullah ibn Abbas r.a. sesuai namanya adalah putera Abbas r.a, paman nabi s.a.w, jadi Abdullah ibn Abbas r.a. adalah sepupu nabi s.a.w. Abdullah ibn Abbas r.a. dididik langsung oleh Rasulullah s.a.w selama 4 tahun, dari umur 8-12 thn. Dilanjutkan di masa khalifah abubakar selama 2.5 thn, dan pada umur 15 thn sudah dipercaya menjadi konsultan nya Umar bin khatab r.a., dan terbukti di zaman Umasr r.a., peradaban Islam berkembang sangat pesat. Di mana persia berhasil dikalahkan dan romawi dipukul mundur.

Jadi sekolah di zaman itu tidak perlu lama lama, cukup 7 tahun sudah bisa mencetak seorang yang berilmu yang dipercaya memegang jabatan penting di sebuah negara. Di zaman ini adakah pendidikan anak 7 tahun sudah mencetak orang hebat? Harusnya kita sebagai umat islam mempelajarinya, yaitu bagaimana cata mendidik anak anak kita sesuai dengan apa yang dilakukan oleh nabi s.a.w dan para sahabat di zaman itu.

Nah, ada sebuah kisah yang diceritakan oleh Abdullah ibn Abbas r.a. yg diabadikan dalam sebuah hadits. Kisah ini layak untuk kita jadikan referensi tentang bagaimana seharusnya menanamkan nilai nilai, nasihat nasihat untuk anak anak generasi muda kita. Walaupun kita generasi tua juga perlu nasihat ini.  Beberapa kalimat nasihat yang jika dipahami dan dipegang kuat oleh seseorang akan menjadikan orang tersebut memiliki pondasi keimanan yang luar biasa kuat.

Supaya menghayati kisah ini, bapak ibu perlu membayangkan situasinya, pada saat Rasulullah s.a.w menyampaikan hadist ini di hadapan seorang anak yang berumur 8-12 tahun (seumuran anak SD).

عبْد الله بن عَبّاسٍ -رَضِي اللهُ عَنْهُما- قالَ: كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَوْمًا، فَقَالَ: ((يَا غُلاَمُ، إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ؛ احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ))

Abdullah bin ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhuma– menceritakan, suatu hari saya berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda, “Nak, aku ajarkan kepadamu beberapa untai kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu. Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya seluruh umat bersatu untuk memberimu suatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan andaipun mereka bersatu untuk melakukan sesuatu yang membahayakanmu, maka hal itu tidak akan membahayakanmu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.”
(Imam Tirmidzi di dalam kitab beliau Sunan At Trmidzi no. 2516, Imam Ahmad bin Hambal di dalam kitab Al Musnad: 1/307, dan beberapa ulama lainnya)

Hikmah:

  1. Kalimat #1. Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu

    Rasulullah s.a.w mengajarkan kepada seorang anak tentang imbal balik antara amal dan pahala, dimana pahala ini adalah perkara ghaib, bukan sesuatu yang bisa dinilai secara materialistis dan belum tentu bisa dirasakan langsung di dunia. Jadi ini mengajarkan kepada kita dalam mendidik anak anak kita untuk tidak melulu memberikan imbalan materi, walaupun dalam taraf tertentu diperbolehkan. Karena jika terbiasa dengan imbalan materi/duniawi maka tidak akan terbangun keimanan tentang pahala di akhirat yang dijanjikan Allah SWT. Dan tujuan duniawi dalam melaksanakan amal (baik yang wajib maupun sunnah) adalah termasuk syirik. Diliht dari penggunaan bahasa, Rasulullah juga menggunakan kalimat yang maknanya begitu dalam. Makna menjaga Allah adalah memastikan diri kita menjaga hak hak Allah sebagai dzat yang disembah, lebih khusus lahi melaksanakan setiap perintah dan menjauhi larangan Nya.
  2. Kalimat #2 Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu
Nabi s.a.w mengajak anak itu berfikir dengan bahasa kiasan, bahwa sesungguhnya Allah tidak benar benar hadir dihadapan dalam wujud yang bisa kita lihat. Lagi lagi Rasulullah mengajarkan keyakinan terhadap sesuatu yang ghaib, dan menanamkan bahwa imbalan dari menjaga Allah tidak hanya dirasakan di akhirat karena kehadiran Allah bagi hambanya yang bertakwa juga dirasakan di dunia. Orang yang menjaga hak hak Allah tidak akan merasa gelisah karena yakin bahwa Allah akan selalu hadir di saat dibutuhkan.
  1. Kalimat #3 Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah
Rasulullah ingin mengikat betul anak tersebut dengan Allah, tidak dengan yang lain (makhluk), sehingga mencukupkan Allah sebagai satu satunya tempat meminta. Dan hendaknya kita juga mengajarkan kepada anak anak kita untuk selalu meminta sesuatu (yang dibutuhkan) sekecil apapun kepada Allah, misa meminta sepatu baru, tas baru, dll dan Allah yang akan memenuhi kebutuhan tersebut melalui jalan yang dikehendaki Nya (misal melalui orang tua). Kalimat ini membangun keimanan bahwa Allah lah yang hakikatnya memberikan rizki dan memenuhi kebutuhan dan permintaan setiap hambanya.
  1. Kalimat #4 dan jika engkau hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah
Rasululah juga mengajarkan bahwa secara fitrah manusia tidak akan lepas dari kesedihan, kesakitan, kekecewaan, dan membutuhkan pertolongan, dan hanya Allah lah tempat bergantung. Ini adalah ajaran akidah yang menempatkan Allah sebagai satu satunya tempat memohon pertolongan, bukan dukun, bukan orang kuat, bukan obat, dll
Yang bisa kita ajarkan kepada anak anak kita adalah bahwa setiap kita mengalami sesuatu yang tidak enak (sakit, sedih, dll) untuk selalu ingat kepada Allah dan memohon kepada Allah sebelum melanjutkan kepada ikhtiar lainnta misal minum obat
  1. Kalimat #5 Ketahuilah, seandainya seluruh umat bersatu untuk memberimu suatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang telah Allah tetapkan untukmu
Ini adalah konsep hidup tentang rizki bahwa hakikatnya rizki sudah ditetapkan oleh Allah, dan rizki kita tidak akan tertukar dengan rizki orang lain. Boleh jadi seseorang kaya raya tetapi rizkinya sempit karena tidak bisa menikmati kekayaan yang ada di sampingnya. Dan boleh jadi orang miskin memiliki rizki yang lebih luas karena bisa menikmati lebih banyak hal dari orang kaya tersebut tanpa harus memiliki. Konsep ini menjadikan seseorang tidak khawatir tentang rizki, tinggal melakukan ikhtiar untuk menjemputnya.
  1. Kalimat #6 Dan andaipun mereka bersatu untuk melakukan sesuatu yang membahayakanmu, maka hal itu tidak akan membahayakanmu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu
Rasulullah mengajarkan konsep tentang kematian yang sudah ditentukan oleh Allah kapan dan di mana terjadinya. Sehingga tidak akan khawatir dengan ancaman apapun selama diatas jaman kebenaran. Keberanian di atas jalan kebenaran ini adalah modal penting bagi orang orang hebat, tidak takut mati.
  1. Kalimat #7 Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering
Rasulullah mengajarkan kepada anak tersebut semua takdir manusia, makhluk lainnya dan alam semesta sudah tertulis di dalam lauh mahfuzh. Sehingga kita tinggal menjalani nya sesuai dengan guideline (petunjuk) yaitu Quran dan Sunnah. Ketika diberikan kenikmatan à bersyukur dan ketika diberikan kesusahan à bersabar.

Dalam riwayat lain, hadits ini dilanjutkan dengan kalimat:
وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Sesungguhnya pertolongan Allah itu bersama kesabaran, dan solusi itu bersama kesulitan dan bahwasanya bersama kesulitan ada kemudahan.

Kalimat ini mengajarkan tentang pentingnya bersabar jika ingin berhasil dan motivasi bahwa Allah akan memberikan pertolongan kepada setiap hambanya yang bersabar, sabar dalam ikhtiar dan sabar menghadapi ketetapan Allah, yaitu yang mengucapkan

إنَّا ِللهِ وإنَّا إلَيْهِ رَاجِعُوْن

Ridha terhadap qadha dan qadar Allah adalah salah satu rukun iman.

Doa Rasulullah S.A.W. untuk kedua cucunya

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ 

وَسَلَّمَ يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ وَيَقُولُإِنَّ أَبَاكُمَا كَانَ يُعَوِّذُ بِهَا 

إِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ 

وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ.

Sesungguhnya bapak kalian (Ibrahim as) memohonkan perlindungan untuk Ismail dan Ishaq, aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan dan segala hewan berbisa, serta dari setiap ‘Ain yang dapat mencelakai.



10 PTN dengan Peminat Terbanyak Ternyata Bukan UGM, UI, ITB, ITS, maupun IPB.

Pengumuman Hasil Seleksi Jalur SBMPTN 2019.
Penetapan hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 diumumkan secara online pada hari ini Selasa, 9 Juli 2019 pukul 15.00 WIB. Jumlah peserta yang dinyatakan lulus seleksi pada 85 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Indonesia sebanyak 168.742 peserta. Jumlah peserta yang dinyatakan lulus tersebut merupakan hasil seleksi dari pendaftar SBMPTN 2019 sebanyak 714.652 peserta. Dari peserta yang dinyatakan lulus tersebut terdiri dari peserta Non Bidikmisi sebanyak 119.777 orang dan peserta pemohon Bidikmisi sebanyak 48.965 orang.

Beberapa data statistik terkait hasil SBMPTN 2019 dapat dijelaskan sebagai berikut:

Sepuluh PTN dengan PEMINAT terbanyak:

1. Universitas Brawijaya (55.871);
2. Universitas Sebelas Maret (48.735);
3. Universitas Diponegoro (48.440);
4. Universitas Pendidikan Indonesia (48.231);
5. Universitas Negeri Semarang (44.937);
6. Universitas Padjadjaran (41.970);
7. Universitas Hasanuddin (41.846);
8. Universitas Jember (40.173);
9. Universitas Negeri Yogyakarta (38.007);
10. Universitas Sumatera Utara (36.585).

Sepuluh PTN dengan PEMINAT terbanyak prodi SAINTEK:

1. Universitas Brawijaya (33.987);
2. Universitas Hasanuddin (29.216);
3. Universitas Diponegoro (28.825);
4. Universitas Sebelas Maret (24.293);
5. Universitas Jember (23.399);
6. Universitas Sriwijaya (21.447);
7. Universitas Sumatera Utara (21.348);
8. Universitas Gadjah Mada (20.640);
9. Universitas Padjadjaran (20.291);
10. Universitas Andalas (19.891).

Sepuluh PTN dengan PEMINAT terbanyak prodi SOSHUM: 

1. Universitas Pendidikan Indonesia (34.544); 
2. Universitas Negeri Semarang (28.945); 
3. Universitas Negeri Jakarta (26.120); 
4. Universitas Negeri Yogyakarta (25.779); 
5. Universitas Sebelas Maret (24.442); 
6. Universitas Negeri Malang (23.077); 
7. Universitas Brawijaya (21.884); 
8. Universitas Padjadjaran (21.676); 
9. Universitas Negeri Surabaya (20.034); 
10. Universitas Negeri Padang (19.871). 

Sepuluh prodi SAINTEK dengan PEMINAT terbanyak: 

1. Pendidikan Dokter Universitas Udayana (2.301); 
2. Agroekoteknologi Universitas Brawijaya (2.202); 
3. Pendidikan Dokter Universitas Hasanudin (2.111); 
4. Agroteknologi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (1.956); 
5. Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (1.920); 
6. Agroteknologi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (1.884); 
7. Kedokteran Universitas Sebelas Maret (1.836); 
8. Teknik Kimia Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (1.751); 
9. Peternakan Universitas Brawijaya (1.734); 
10. Pendidikan Dokter Universitas Jember (1.716). 

Sepuluh prodi SOSHUM dengan PEMINAT terbanyak: 

1. Hukum Universitas Diponegoro (3.702); 
2. Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (2.981); 
3. Ilmu Hukum Universitas Brawijaya (2.584); 
4. Manajemen Universitas Negeri Yogyakarta (2.546); 
5. Manajemen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (2.532); 
6. Ilmu Hukum Universitas Sebelas Maret (2.524); 
7. Manajemen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta (2.503); 
8. Ilmu Hukum Universitas Jenderal Soedirman (2.204); 
9. Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta (2.203); 
10. Manajemen Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur (2.202). 

Sepuluh PTN dengan nilai rerata DITERIMA tertinggi (SAINTEK):

1. Institut Teknologi Bandung (689,75); 
2. Universitas Indonesia (679,96); 
3. Universitas Gadjah Mada (659,06); 
4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (653,13); 
5. Universitas Padjadjaran (634,06); 
6. Universitas Diponegoro (633,25); 
7. Universitas Airlangga (632,05) 
8. Institut Pertanian Bogor (627,98); 
9. Universitas Sebelas Maret (626,90) 
10. Universitas Pembangunan Nasionan “Veteran” Jakarta (621,61).

Bagaimana menurut teman-teman? Gak nyangka kan? Tentukan strategimu untuk memilih kampus yang mana. Saran dari admin, cobalah pilih kampus yang berada di luar kota tempat tinggalmu. Luar Provinsi. Hal itu akan sangat baik untuk melatih mental, kedewasaan, dan wawasanmu. 

10 State University in Indonesia with the Highest Competition in Entry

Published in 7 July 2019 buahpeer.com. If you want to study in Indonesia University, there are 10 State University in Indonesia with the Highest Competition In entry.


For Science Major, there are 10 State University in Indonesia with the Highest Competition In entry:

1. Institut Teknologi Bandung (689,75); 
2. Universitas Indonesia (679,96); 
3. Universitas Gadjah Mada (659,06); 
4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (653,13); 
5. Universitas Padjadjaran (634,06); 
6. Universitas Diponegoro (633,25); 
7. Universitas Airlangga (632,05) 
8. Institut Pertanian Bogor (627,98); 
9. Universitas Sebelas Maret (626,90) 
10. Universitas Pembangunan Nasionan “Veteran” Jakarta (621,61).




Tabligh Akbar Muhammadiyah Kabupaten Bandung


Tabligh Akbar Muhammadiyah Kabupaten Bandung
Hari Sabtu 6 Juli 2019
Jam 18.00 - Selesai
di Lap MDT Nurul Huda Kpp Kulalet, Kec, Baleendah

Moderator: Rahmat Ridha Mistakim (Direktur LPMT DPP IMM)

Pemateri:
Ustadz Alit Nurul Hayat, S.Si (PDM Kabupaten Bandung)
Feisal Karta Permana, S. Pd (PDPM Kabupaten Bandung)
Rifki Fauzi, S. E (Koordinator AMM Kabupaten Bandung)



Telah di laksanakannya tabligh akbar dan santunan yatim dhuafa pada:
tanggal : sabtu, 6 juli 2019
Waktu : 19:30-selesai
Tempat :  kampung kulalet rt 04 rw 09 kelurahan andir baleendah kabupaten  bandung (lapangan MDT nurul huda)



BEASISWA S2 BAGI GURU DAN CALON KEPALA MADRASAH TAHUN 2019

S2 BEASISWA BAGI GURU DAN CALON KEPALA MADRASAH TAHUN 2019



Kerjasama Kementerian Agama dengan Universitas Negeri Malang 

Program Studi:

- Magister Pendidikan Matematika
- Pendidikan Bahasa Inggris

Sasaran Program 

1. Guru PNS Kementerian Agama yang mengajar pada Madrasah
2. Guru Tetap Yayasan yang mengajar pada Madrasah Swasta
3. Guru Non PNS yang mengajar pada Madrasah Negeri
4. Calon Pengawas Madrasah pada semua jenjang

Persyaratan 

1. Guru PNS, Guru Non PNS, Guru Tetap Yayasan.
Non PNS minimal telah mengabdi pada madrasah selama 2 tahun. Guru Tetap yang di SK-kan oleh Ketua Yayasan tempat bertugas, dengan syarat yang bersangkutan setelah studi bersedia bertugas kembali (sekurang-kurangnya 5 tahun) pada lembaganya dengan dibuktikan surat pernyataan bermaterai.

2. Calon Pengawas Madrasah semua jenjang binaan kementerian Agama, minimal mengabdi sebagai guru selama 8 tahun, untuk unsur kepala madrasah minimal sudah menjabat selama 4 tahun.

3. Berpendidikan S1 dari perguruan tinggi terakreditasi.

4. Mengampu matapelajaran: Matematika (untuk calon mahasiswa Prodi S2 Pendidikan Matematika) dan Pendidikan Bahasa Inggris (untuk calon mahasiswa Prodi S2 Pendidikan Bahasa Inggris)

5. Memiliki IPK minimal 2,75 pada jenjang S1

6. Memiliki kemampuan Bahasa Inggris dan bahasa asing lainnya yang dibuktikan dengan sertifikat

7. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan Madrasah (NUPTK) atau Nomor Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NPK), diutamakan yang sudah sertifikasi

8. Usia maksimal 43 tahun, terhitung per tanggal 31 Desember 2019.

=======================================================================
Pendaftaran 13 Juni - 26 Juli 2019

Pendaftaran secara online melalui link: https://seleksi.um.ac.id/pasca/index.php?act=login

http://bit.ly/JuknisBeasiswaS2 (Link Juknis)

Seleksi Administrasi 29 - 30 Juli 2019

Pengumuman Seleksi Administrasi 5 - 6 Agustus 2019

Pengumuman 23 Agustus 2019



Resume Tentang Akreditasi IABEE (Indonesian Accreditation Board for Engineering Education)

IABEE merupakan sebuah organisasi independen nirlaba yang didirikan sebagai bagian dari lembaga Persatuan Insinyur Indonesia (PII) untuk menumbuhkembangkan budaya mutu dalam pengelolaan pendidikan tinggi di bidang teknik dan computing. Badan ini sedang dalam tahapan untuk menjadi anggota signatory Washington Accord (WA), yang merupakan kerjasama antar lembaga akreditasi pendidikan keteknikan yang sangat berpengaruh di dunia. Secara umum, program studi yang dapat diakreditasi oleh IABEE adalah program yang telah menerapkan kurikulum dengan pendekatan Outcome Based Education (OBE) dan telah terakreditasi oleh BAN-PT.



IABEE akan menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia, karena setelah diakui oleh WA akan menjadi lembaga akreditasi bertaraf internasional satu-satunya di Indonesia, sejajar dengan lembaga-lembaga akreditasi ABET (Amerika Serikat), JABEE (Jepang), dan sebagainya. Lulusan program studi yang terakreditasi oleh IABEE akan diakui kesetaraannya oleh negara yang menjadi anggota WA.

IABEE diakui di Indonesia oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sebagai badan yang bertanggungjawab terhadap akreditasi program-program studi yang memberikan gelar sarjana akademik di bidang teknik dan computing. Akreditasi Nasional oleh BAN-PT/LAM-PT bersifat wajib bagi program studi sesuai dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia, sedangkan akreditasi bertaraf internasional oleh IABEE bersifat pilihan.

Perbedaan IABEE dengan BAN PT:


Proses Akreditasi IABEE

Proses evaluasi IABEE secara umum dilaksanakan melalui pemeriksaan seksama terhadap dokumen LED Prodi yang diserahkan secara online, serta terhadap hasil-hasil Kajian Visitasi (KS). IABEE menerapkan empat jenis evaluasi Prodi, yakni:

  1. Evaluasi Umum
  2. Evaluasi Interim dengan Kajian Visitasi
  3. Evaluasi Interim tanpa Kajian Visitasi
  4. Evaluasi Provisional

Evaluasi Umum mengukur kesesuaian Prodi terhadap seluruh butir evaluasi yang tercakup dalam ABEA dan KA.

Kriteria Umum Akreditasi IABEE


Kriteria 1. Orientasi Kompetensi Lulusan

  • Program Studi harus menginformasikan kepada mahasiswa dan dosen tentang profil profesional mandiri yang diharapkan dan mempublikasikannya secara luas.
  • Program Studi harus menetapkan capaian pembelajaran yang diharapkan, yang terdiri dari kemampuan untuk memanfaatkan pengetahuan, keterampilan, sumber daya dan sikap sebagaimana dijelaskan dalam butir (a) hingga (j) berikut yang harus dikuasai oleh mahasiswa pada saat lulus.

  1. Kemampuan menerapkan pengetahuan matematika, ilmu pengetahuan alam dan/atau material, teknologi informasi dan keteknikan untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh tentang prinsip-prinsip keteknikan.
  2. Kemampuan mendesain komponen, sistem dan/atau proses untuk memenuhi kebutuhan yang diharapkan didalam batasan-batasan realistis, misalnya hukum, ekonomi, lingkungan, sosial, politik, kesehatan dan keselamatan, keberlanjutan serta untuk mengenali dan/atau memanfaatkan potensi sumber daya lokal dan nasional dengan wawasan global.
  3. Kemampuan mendesain dan melaksanakan eksperimen laboratorium dan/atau lapangan serta menganalisis dan mengartikan data untuk memperkuat penilaian teknik.
  4. Kemampuan mengidentifikasi, merumuskan, menganalisis dan menyelesaikan permasalahan teknik.
  5. Kemampuan menerapkan metode, keterampilan dan piranti teknik yang modern yang diperlukan untuk praktek keteknikan.
  6. Kemampuan berkomunikasi secara efektif baik lisan maupun tulisan
  7. Kemampuan merencanakan, menyelesaikan dan mengevaluasi tugas didalam batasan-batasan yang ada.
  8. Kemampuan bekerja dalam tim lintas disiplin dan lintas budaya.
  9. Kemampuan untuk bertanggung jawab kepada masyarakat dan mematuhi etika profesi dalam menyelesaikan permasalahan teknik.
  10. Kemampuan memahami kebutuhan akan pembelajaran sepanjang hayat, termasuk akses terhadap pengetahuan terkait isu-isu kekinian yang relevan.

Kriteria 2. Pelaksanaan Pembelajaran

Kurikulum
  • Kurikulum harus mencakup bidang-bidang berikut:
    • Matematika dan ilmu pengetahuan alam yang terkait program
    • Ilmu dan teknologi rekayasa yang terkait program
    • Teknologi informasi dan komunikasi
    • Desain teknik dan eksperimen berbasis masalah
    • Pendidikan umum, mencakup moral, etika, sosial budaya, lingkungan, dan manajemen
  • Pengembangan kurikulum harus mempertimbangkan masukan dari para pemangku kepentingan
  • Kurikulum harus memperlihatkan hubungan struktural dan kontribusi mata kuliah dalam memenuhi capaian pembelajaran. Prosedur, termasuk silabus, harus dibuat dan didokumentasikan sehingga proses pembelajaran yang diharapkan dapat diterapkan secara terkendali.
  • Kurikulum harus disiapkan untuk memastikan bahwa mahasiswa memperoleh pengalaman praktek keteknikan dan proyek perancangan utama menggunakan standar-standar keteknikan dan batasan-batasan realistis berdasarkan pada pengetahuan dan ketrampilan yang telah diperoleh di perkuliahan sebelumnya.

Dosen
  • Program Studi harus menyediakan dosen dengan jumlah, kualifikasi dan kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembelajaran, mencakup perencanaan, penyampaian, evaluasi, dan peningkatan efektivitasnya secara berkesinambungan dalam rangka memenuhi capaian pembelajaran.
  • Program Studi harus memastikan bahwa dosen menyadari relevansi dan pentingnya peranan dan kontribusi mereka terhadap capaian pembelajaran.

Mahasiswa dan Suasana Akademik
  • Program Studi harus menetapkan dan melaksanakan standar masuk untuk mahasiswa baru dan pindahan, maupun penyetaraan kreditnya.
  • Program Studi harus menetapkan dan melaksanakan pemantauan kemajuan mahasiswa dan mengevaluasi kinerja mahasiswa secara berkesinambungan. Prosedur penjaminan mutu harus ditetapkan untuk memastikan agar kecukupan standar dicapai dalam semua penilaian.
  • Program Studi harus menciptakan dan menjaga suasana akademik yang kondusif untuk pembelajaran yang berhasil.
  • Program Studi harus mendorong kegiatan-kegiatan ko-kurikuler untuk pembangunan karakter dan meningkatkan kesadaran mahasiswa akan kebutuhan negerinya.

Fasilitas
  • Program Studi harus memastikan ketersediaan dan aksesibilitas fasilitas agar proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan memenuhi capaian pembelajaran.

Tanggung Jawab Institusi
  • Program Studi harus menetapkan dan mengelola proses pelayanan pendidikan, meliputi desain pendidikan, pengembangan dan pelaksanaan kurikulum, penilaian pembelajaran, dan layanan pendukung.
  • Institusi harus mengupayakan terbangunnya sumber daya, layanan pendukung dan kerjasama dengan pemangku kepentingan dalam penelitian, pendidikan dan/atau layanan kepada masyarakat dengan mempertimbangkan sumber daya lokal yang ada.


Kriteria 3. Penilaian Capaian Pembelajaran yang Diharapkan



 Kriteria 4. Perbaikan Berkesinambungan




Dengan maksud untuk meningkatkan mutu dan mendorong program studi agar lulusannya mendapat pengakuan internasional, serta untuk mendukung program World Class University, maka Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti memberikan bantuan dana subsidi biaya akreditasi secara kompetitif kepada program studi yang memenuhi persyaratan untuk diakreditasi oleh IABEE.



Secara lebih detail seperti berikut ini:


# Criteria / Review Item
1 Berorientasi Pada Kompetensi Lulusan
1.1. Program Studi harus mendefinisikan profil lulusan untuk dipertimbangkan sebagai profesional otonom dengan mempertimbangkan potensial dalam negri, sumber daya alam, budaya, kebutuhan, dan keminatan
Apakah program menetapkan dengan jelas definisi profil profesional otonom, mempertimbangkan potensial lokal dan nasional, kebijaksanaan, kebutuhan, dan keminatan, dan tetap pada tradisi, visi, misi institusi yang mengoperasikan program studi?
Apakah program studi menerapkan sistem yang efektif atau membuat pertimbangan dan mereview profesional otonom, yang melibatkan stakeholder dari program?
1.2. Program harus memberi tahu siswa dan fakultasnya dengan profil profesional otonom yang dibayangkan dan mempublikasikannya secara luas
Apakah program studi dan anggota fakultas memahami profil profesional otonom dan apakah profil tersebut dapat diakses oleh publik secara umum?
1.3. Program harus menetapkan Hasil Belajar yang diharapkan yang terdiri dari kemampuan untuk memanfaatkan pengetahuan, keterampilan, sumber daya dan sikap seperti yang dijelaskan dalam butir (a) sampai (j) dari Kriteria Umum yang akan diperoleh siswa pada saat penyelesaian studi. .
Sudahkah Program menetapkan Hasil Belajarnya sendiri, dengan mempertimbangkan profil Profesional Otonomi yang dibayangkan?
Apakah Hasil Pembelajaran Program mencakup kompetensi standar berikut, butir (a) hingga (j), dengan cara yang dapat diidentifikasi dengan jelas? (Isi item berikut - jangan masukkan di baris ini)
(a) kemampuan untuk menerapkan pengetahuan matematika, ilmu alam dan / atau material, teknologi informasi dan teknik untuk memperoleh pemahaman komprehensif tentang prinsip-prinsip teknik
(B) kemampuan untuk merancang komponen, sistem, dan / atau proses untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkan dalam kendala realistis dalam aspek-aspek seperti hukum, ekonomi, lingkungan, sosial, politik, kesehatan dan keselamatan, keberlanjutan serta untuk mengenali dan / atau memanfaatkan potensi sumber daya lokal dan nasional dengan perspektif global
(C) Kemampuan untuk merancang dan melakukan percobaan laboratorium dan / atau lapangan serta untuk menganalisis dan menafsirkan data untuk memperkuat penilaian teknik
(D) Kemampuan untuk mengidentifikasi, merumuskan, menganalisis, dan memecahkan masalah teknik
(E) Kemampuan untuk menerapkan metode, keterampilan dan alat-alat teknik modern yang diperlukan untuk praktik rekayasa
(f) Kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dalam perilaku lisan dan tertulis
(g) kemampuan untuk merencanakan, menyelesaikan, dan mengevaluasi tugas di bawah batasan yang diberikan
(h) kemampuan untuk bekerja dalam tim multidisiplin dan multikultural
(i) kemampuan untuk bertanggung jawab dan bertanggung jawab kepada masyarakat dan mematuhi etika profesional dalam menyelesaikan masalah teknik
(j) kemampuan untuk memahami kebutuhan akan pembelajaran seumur hidup, termasuk akses ke pengetahuan yang relevan tentang isu-isu kontemporer
1.3. Program harus menetapkan Hasil Belajar yang diharapkan yang terdiri dari kemampuan untuk memanfaatkan pengetahuan, keterampilan, sumber daya dan sikap seperti yang dijelaskan dalam butir (a) sampai (j) dari Kriteria Umum yang akan diperoleh siswa pada saat penyelesaian studi. .
Apakah serangkaian indikator kinerja dan metode penilaian yang relevan telah ditetapkan dengan tepat untuk setiap hasil pembelajaran Program?
Do the Learning Outcomes take into account the Discipline Criteria and Category Criteria ?
Are students and faculty members knowledgeable of the Program Learning Outcomes, and are the Learning Outcomes accessible to the general public ?







4 Tanda Amal Ibadah Kamu Diterima oleh Allah

Tulisan ini dibuat berdasarkan materi khutbah Jumat di masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tanggal 17 Mei 2019.

Sahabat, selama hidup ini, entah sudah berapa kali kita melakukan amal ibadah kepada Allah SWT. Baik itu sholat, puasa, zakat, sedekah, haji, dan lain sebagainya. Khususnya di bulan romadhon ini, Amal ibadah kita meningkat dan bertambah banyak. Namun, apakah semua amal ibadah yang telah kita lakukan itu diterima oleh Allah?


Berikut ini adalah tanda-tanda amal ibadah kamu diterima Allah:


1. Ikhlas disertai rasa khawatir kalau amal ibadah kamu tidak diterima Allah.

Selain ikhlas, hadirnya rasa khawatir dalam beribadah adalah suatu pertanda baik yang akan memacu anda untuk terus belajar, berhati-hati dan lebih meningkatkan kualitas ibadah. Jika tidak ada kekhawatiran kalau amal ibadahnya akan tertolah, hal itu dapat membuat seseorang cepat puas dengan ibadahnya, cenderung tidak berhati-hati, meremehkan, dan bahkan tidak ada peningkatan dalam khalitas ibadah dan pembelajarannya.

2. Merasa amal ibadah yang sudah kamu lakukan itu kecil.

Tanda kedua ketika amal ibadah kita diterima oleh Allah adalah ketika kita merasa kecil dengan ibadah yang telah kita lakukan. Ketika kita merasa amal ibadah kita sudah besar, hal itu merupakan tanda-tanda bahaya akan ditolaknya amal ibadah kita. Bisa jadi hal itu adalah tanda kalau kita telah sombong, kemudian enggan meningkatkan amal ibadah kita. Bisa jadi juga hal itu adalah tanda kalau kita kurang bersyukur atas besarnya nikmat Allah yang telah Allah anugerahkan kepada kita. 

Sebesar dan sebanyak apapun amal ibadah kita, itu belum apa-apanya bila dibandingkan dengan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita. Olehkarena itu, jika kita merasa kalau amal ibadah kita masih kecil, terlalu kecil, justru itu adalah tanda-tanda yang baik jika amal ibadah kita diterima oleh Allah. 

 Selain itu, jika kita merasa amal ibadah kita kecil, kita akan memiliki motivasi untuk meningkatkan amal ibadah kita di kemudian hari.

3. Kamu mencintai orang-orang yang berbuat baik dan kamu membenci orang-orang yang berbuat buruk.

Ciri ketiga dari diterimanya amal ibadah kita adalah, timbulnya rasa cinta kepada orang-orang yang berbuat baik, dan rasa benci kepada orang-orang yang berbuat buruk. 

4. Kamu dimudahkan dalam berbuat baik dan dipersulit ketika ingin berbuat buruk

Pernahkah di hati kita terbesit untuk berbuat sesuatu hal yang buruk (maksiat) kemudian, disaat kita ingin melakukannya, entah bagaimana, selalu saja ada hambatan? Misalnya saja disaat kita ingin mencontek, berbuat curang saat ujian, ada aja halangannya. Itu adalah pertanda baik bahwa amal ibadah kamu diterima oleh Allah SWT. Sehingga Allah melindungi mu dari berbuat buruk.

Lain halnya jika ketika kamu berniat ingin berbuat buruk, kemudian kamu dengan enjoy dan lancarnya dapat melakukan niat buruk mu. Jangan-jangan itu pertanda kalau amal ibadahmu selama ini belum diterima oleh Allah SWT.



Ditulis oleh: Muhammad Galih Wonoseto